Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan makna lirik lagu “Sesi Potret” karya Ari Lesmana melalui pendekatan hermeneutik Friedrich Schleiermacher. Di tengah perkembangan musik populer, lagu dipahami sebagai teks budaya yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai representasi pengalaman eksistensial manusia yang mengandung makna simbolik serta reflektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan menitikberatkan pada dua dimensi utama hermeneutika Schleiermacher, yaitu interpretasi gramatikal dan interpretasi psikologis, serta konsep lingkaran hermeneutik sebagai kerangka analisis utama. Data penelitian berupa lirik lagu yang dianalisis secara mendalam untuk memahami hubungan antara teks, pengarang, dan pengalaman pendengar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara gramatikal simbol “potret” merepresentasikan memori yang terfragmentasi, sedangkan istilah “sesi” menegaskan keterbatasan waktu dalam kehidupan manusia. Pemilihan diksi dalam lagu membangun suasana reflektif yang menampilkan hubungan erat antara kenangan, kehilangan, dan pencarian identitas diri. Secara psikologis, lagu ini merefleksikan dunia batin pengarang yang bergulat dengan kesadaran akan waktu, kerinduan terhadap masa lalu, dan upaya memahami makna hidup di tengah perubahan. Melalui lingkaran hermeneutik, makna lagu dipahami sebagai sesuatu yang dinamis dan terbuka karena dipengaruhi oleh interaksi antara teks dan pengalaman subjektif pendengar. Secara kritis, lagu ini juga merefleksikan kehidupan modern yang cenderung dangkal, ketika manusia lebih fokus mengabadikan momen daripada menghayati pengalaman hidup itu sendiri. Dengan demikian, lagu “Sesi Potret” memiliki nilai estetis sekaligus reflektif dalam memahami relasi kompleks antara waktu, kenangan, dan eksistensi manusia di era kontemporer.