Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pajak sebagai sumber utama penerimaan negara dalam mendukung pembangunan nasional, serta adanya perbedaan kepentingan antara pemerintah dan perusahaan yang mendorong munculnya berbagai strategi pengelolaan pajak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh struktur modal, manajemen laba, biaya operasional, dan ukuran perusahaan terhadap Pajak Penghasilan (PPh) Badan Terutang pada perusahaan yang tergabung dalam Jakarta Islamic Index (JII) periode 2018–2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori, menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan dari 17 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan total 102 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS serta melalui uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi untuk memastikan validitas model penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial struktur modal dan biaya operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap PPh Badan Terutang, sedangkan manajemen laba dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap PPh Badan Terutang. Nilai adjusted R² sebesar 0,127 menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan 12,7% variasi PPh Badan Terutang, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa struktur modal dan biaya operasional merupakan faktor penting dalam menentukan besarnya pajak perusahaan, sementara secara bersama-sama seluruh variabel tetap memiliki kontribusi dalam menjelaskan variasi pajak terutang.
Copyrights © 2026