Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang mencerminkan nilai moral, sosial, dan budaya. Pada jenjang sekolah dasar, penanaman nilai tanggung jawab dan kebijaksanaan menjadi penting karena siswa berada pada fase perkembangan dasar dalam membangun sikap, perilaku, dan cara berpikir. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi satua Pan Balang Tamak sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bali. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai pendidikan karakter, cerita rakyat, satua Bali, serta nilai-nilai budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa satua Pan Balang Tamak memuat nilai tanggung jawab dan kebijaksanaan yang dapat diinternalisasi melalui pemaknaan terhadap alur cerita, konflik, serta dualitas karakter tokohnya. Pan Balang Tamak digambarkan sebagai tokoh yang cerdik, kritis, dan mampu menggunakan akal dalam menghadapi persoalan, tetapi pada sisi lain juga kerap menunjukkan sikap menghindari kewajiban sosial. Dualitas tersebut memberi ruang refleksi moral bagi siswa untuk memahami bahwa kecerdikan perlu diimbangi dengan tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Revitalisasi satua dalam pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan budaya siswa. Selain itu, penggunaan satua juga membantu memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan modernisasi. Temuan ini menegaskan bahwa cerita lokal bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukatif yang mampu membimbing siswa memahami pilihan moral melalui contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan keluarga. Dengan demikian, satua Pan Balang Tamak berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan pelestarian budaya Bali dengan pengembangan karakter siswa sekolah dasar secara bermakna.
Copyrights © 2026