Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Satua Pan Balang Tamak untuk Mengoptimalkan Penumbuhan Tanggung Jawab dan Kebijaksanaan Siswa Sekolah Dasar Berbasis Nilai Budaya Lokal I Wayan Sujana; Ni Luh Putu Gita Duwi Cahayani; Stevany Wayan Hernawati; Ni Ketut Sindhu Santi Asih; Ni Putu Anggie Citra Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8579

Abstract

Pendidikan tidak hanya diarahkan pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang mencerminkan nilai moral, sosial, dan budaya. Pada jenjang sekolah dasar, penanaman nilai tanggung jawab dan kebijaksanaan menjadi penting karena siswa berada pada fase perkembangan dasar dalam membangun sikap, perilaku, dan cara berpikir. Penelitian ini bertujuan mengkaji potensi satua Pan Balang Tamak sebagai media pendidikan karakter berbasis kearifan lokal Bali. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai pendidikan karakter, cerita rakyat, satua Bali, serta nilai-nilai budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa satua Pan Balang Tamak memuat nilai tanggung jawab dan kebijaksanaan yang dapat diinternalisasi melalui pemaknaan terhadap alur cerita, konflik, serta dualitas karakter tokohnya. Pan Balang Tamak digambarkan sebagai tokoh yang cerdik, kritis, dan mampu menggunakan akal dalam menghadapi persoalan, tetapi pada sisi lain juga kerap menunjukkan sikap menghindari kewajiban sosial. Dualitas tersebut memberi ruang refleksi moral bagi siswa untuk memahami bahwa kecerdikan perlu diimbangi dengan tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Revitalisasi satua dalam pembelajaran dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan budaya siswa. Selain itu, penggunaan satua juga membantu memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan modernisasi. Temuan ini menegaskan bahwa cerita lokal bukan sekadar hiburan, melainkan sarana edukatif yang mampu membimbing siswa memahami pilihan moral melalui contoh konkret dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan keluarga. Dengan demikian, satua Pan Balang Tamak berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif untuk mengintegrasikan pelestarian budaya Bali dengan pengembangan karakter siswa sekolah dasar secara bermakna.
Analisis Swot Penerapan Manajemen Berbasis Sekolah Pada Pengelolaan Kesiswaan Dan SDM Chindytia Chindytia; Ni Ketut Sindhu Santi Asih; Ni Putu Anggie Citra Lestari
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1059

Abstract

Manajemen Berbasis Sekolah merupakan salah satu pendekatan pengelolaan pendidikan yang memberikan wewenang kepada sekolah untuk mengatur dan mengembangkan sumber daya sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan pendidikan. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam pengelolaan kesiswaan dan sumber daya manusia yang menjadi faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Manajemen Berbasis Sekolah melalui pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kesehatan dan sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai artikel ilmiah nasional yang diterbitkan pada periode 2020–2024 dan relevan dengan topik penelitian. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, sintesis, dan interpretasi temuan penelitian, kemudian dipetakan ke dalam komponen SWOT. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan Manajemen Berbasis Sekolah mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan sekolah melalui optimalisasi otonomi, partisipasi warga sekolah, dan permulaan dalam pengambilan keputusan. Pengelolaan kesiswaan yang terencana berkontribusi terhadap peningkatan kedisiplinan dan prestasi peserta didik, sedangkan pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan berupa otonomi sekolah dan dukungan partisipatif, kelemahan berupa keterbatasan kompetensi dan kapasitas manajerial, peluang berupa dukungan kebijakan pemerintah dan pengembangan program profesional, serta ancaman berupa perubahan kebijakan pendidikan dan persaingan antar sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan SWOT dapat menjadi dasar dalam penyusunan strategi pengelolaan sekolah yang lebih efektif dan berkelanjutan.