Era digital telah secara fundamental mengubah paradigma profesi akuntan, khususnya pada domain jasa assurance keamanan siber dan layanan non-assurance yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap transformasi profesi tersebut dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis kualitatif. Data dikumpulkan melalui sintesis artikel-artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026 pada berbagai jurnal nasional dan internasional yang terindeks secara bereputasi di Scopus serta Web of Science. Dengan mensintesis temuan dari sepuluh studi kunci, penelitian ini berhasil mengungkapkan enam dimensi kritis yang mendefinisikan masa depan akuntansi. munculnya assurance siber sebagai frontier baru dalam profesi audit guna memitigasi risiko pelanggaran data. Kedua, adanya proliferasi layanan non-assurance berbasis AI yang mengotomatisasi tugas-tugas rutin secara masif. Ketiga, timbulnya ketegangan etika antara tuntutan efisiensi teknologi dengan nilai-nilai inti akuntansi, seperti skeptisisme profesional. Keempat, peran krusial kerangka regulasi dalam memastikan standar praktik keamanan siber yang harmonis secara global. Kelima, transformasi mendalam oleh teknologi Industry 4.0 yang mengubah fokus akuntansi dari dokumentasi retrospektif menjadi kecerdasan operasional berbasis real-time. Keenam, analisis terhadap akurasi sistem audit inventaris berbasis AI yang mencapai tingkat 85–96,3%, namun tetap disertai risiko assurance yang inheren terkait ketergantungan algoritma. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntan harus berevolusi secara radikal dari pemroses transaksi konvensional menjadi penasihat teknologi strategis. Adaptasi ini sangat krusial untuk mempertahankan relevansi profesi sekaligus memastikan integritas informasi di tengah kompleksitas ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.
Copyrights © 2026