Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tantangan Jasa Assurance Keamanan Siber dan Layanan Non-Assurance Berbasis Artificial Intelligence (AI) Bagas Aditya Pambudi; M. Regil Saipullah; Veri Hariyanto; Aspahani Aspahani; Riska Tharika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8594

Abstract

Era digital telah secara fundamental mengubah paradigma profesi akuntan, khususnya pada domain jasa assurance keamanan siber dan layanan non-assurance yang berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Penelitian ini bertujuan untuk memetakan lanskap transformasi profesi tersebut dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis kualitatif. Data dikumpulkan melalui sintesis artikel-artikel peer-reviewed yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2026 pada berbagai jurnal nasional dan internasional yang terindeks secara bereputasi di Scopus serta Web of Science. Dengan mensintesis temuan dari sepuluh studi kunci, penelitian ini berhasil mengungkapkan enam dimensi kritis yang mendefinisikan masa depan akuntansi. munculnya assurance siber sebagai frontier baru dalam profesi audit guna memitigasi risiko pelanggaran data. Kedua, adanya proliferasi layanan non-assurance berbasis AI yang mengotomatisasi tugas-tugas rutin secara masif. Ketiga, timbulnya ketegangan etika antara tuntutan efisiensi teknologi dengan nilai-nilai inti akuntansi, seperti skeptisisme profesional. Keempat, peran krusial kerangka regulasi dalam memastikan standar praktik keamanan siber yang harmonis secara global. Kelima, transformasi mendalam oleh teknologi Industry 4.0 yang mengubah fokus akuntansi dari dokumentasi retrospektif menjadi kecerdasan operasional berbasis real-time. Keenam, analisis terhadap akurasi sistem audit inventaris berbasis AI yang mencapai tingkat 85–96,3%, namun tetap disertai risiko assurance yang inheren terkait ketergantungan algoritma. Studi ini menyimpulkan bahwa akuntan harus berevolusi secara radikal dari pemroses transaksi konvensional menjadi penasihat teknologi strategis. Adaptasi ini sangat krusial untuk mempertahankan relevansi profesi sekaligus memastikan integritas informasi di tengah kompleksitas ekosistem bisnis digital yang terus berkembang.
Pengaruh Penerapan Activity-Based Budgeting (ABB) dan Kapabilitas Audit Digital terhadap Kepercayaan Stakeholder Bagas Aditya Pambudi; Andriano Maulana; Rifani Akbar Sulbahri
Indonesia Economic Journal Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/79f96306

Abstract

Kepercayaan itu lemah dan tak bisa dibangun hanya dengan statistik keuangan yang rapi. Saat skandal terjadi cepat, pemangku kepentingan menginginkan lebih dari sekadar angka. Mengingat kecepatan skandal, pemangku kepentingan mengharapkan lebih dari data. Activity-Based Budgeting (ABB) dan audit digital adalah bagian dari pendekatan manajemen ini. penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review (SLR) yang sesuai dengan standar PRISMA 2020. Kami mengumpulkan 38 makalah yang memenuhi standar Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan SINTA dari 300 lebih makalah yang ditemukan. Kami menyimpulkan bahwa penganggaran AB dan audit digital bersifat saling mendukung dengan menggunakan dua tahap (aksioma ekonomi: pengurangan biaya dan undang-undang ketahanan) dan implikasi langsung (real-time data analytics). Kedua solusi ini memiliki kelebihan dan kelemahan dalam pepatah sistem, kemanusiaan, dan keuangan.