Pasien dengan penyakit kronis yang menjalani terapi hemodialisis sering menghadapi berbagai tantangan, tidak hanya secara fisik tetapi juga psikologis. Salah satu masalah psikologis yang umum dialami adalah kecemasan, yang dapat memengaruhi kemampuan pasien dalam mengembangkan mekanisme koping yang efektif. Mekanisme koping yang tidak adaptif berpotensi memperburuk kondisi emosional pasien dan berdampak pada kualitas hidup serta keberhasilan terapi yang dijalani. Oleh karena itu, penting untuk memahami hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien hemodialisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 57 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan untuk mengukur tingkat kecemasan dan mekanisme koping responden. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki mekanisme koping yang adaptif (68,4%) dan mengalami tingkat kecemasan ringan (56,1%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien hemodialisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien yang menjalani hemodialisis. Oleh karena itu, diharapkan tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat meningkatkan intervensi psikologis secara komprehensif guna membantu pasien mengembangkan mekanisme koping yang lebih adaptif sehingga mampu menurunkan tingkat kecemasan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026