Daya tahan jantung paru (cardiorespiratory endurance) merupakan komponen vital kebugaran jasmani yang menggambarkan efisiensi sistem kardiovaskular dan pernapasan dalam menyediakan oksigen bagi otot selama aktivitas fisik berkepanjangan. Individu yang rutin berlari cenderung memiliki VO₂max lebih tinggi, yang berkorelasi dengan penurunan risiko penyakit kronis. Meskipun Klub Tondano Runners aktif menjalankan fun run, belum ada data objektif mengenai profil daya tahan jantung paru anggotanya. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil daya tahan jantung paru anggota Klub Tondano Runners di Kabupaten Minahasa. Metode penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 34 anggota aktif. Pengukuran dilakukan menggunakan Multi-Stage Fitness Test (Bleep Test), yakni tes lari progresif maksimal bolak-balik 20 meter mengikuti irama bunyi yang semakin cepat. Level dan shuttle terakhir yang berhasil diselesaikan dikonversi menjadi estimasi nilai VO₂max, lalu diklasifikasikan berdasarkan norma baku menjadi lima kategori. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 anggota (64,7%) mencapai kategori baik sekali, 7 anggota (20,6%) kategori baik, dan 5 anggota (14,7%) kategori cukup; tidak ada yang termasuk kategori kurang maupun kurang sekali. Proporsi dominan pada kategori baik sekali mengindikasikan tingkat kebugaran kardiorespirasi yang tinggi di kalangan anggota. Disimpulkan bahwa latihan lari rutin yang dijalani komunitas Tondano Runners telah memberikan dampak positif terhadap daya tahan jantung paru. Namun, anggota dengan kategori cukup perlu mendapat perhatian melalui program latihan yang lebih terindividualisasi agar pemerataan kebugaran optimal tercapai. Penelitian ini merekomendasikan evaluasi berkala dan penyesuaian program untuk mempertahankan serta meningkatkan kebugaran seluruh anggota.
Copyrights © 2026