Keterlambatan penerbitan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) merupakan permasalahan administratif yang berdampak luas pada efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sumber daya manusia, sistem dan teknologi informasi, prosedur administrasi, serta budaya organisasi terhadap keterlambatan penerbitan SP2D pada Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Gowa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan populasi seluruh pegawai BPKD Kabupaten Gowa yang berjumlah 40 orang dan menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 29. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian valid dan reliabel. Uji asumsi klasik menunjukkan data berdistribusi normal dan bebas dari multikolinearitas serta heteroskedastisitas. Berdasarkan analisis regresi, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,531 berarti keempat variabel independen mampu menjelaskan 53,1% variasi keterlambatan penerbitan SP2D. Secara parsial, sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,247; sig. 0,031) dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan (t = 2,136; sig. 0,040) terhadap keterlambatan penerbitan SP2D. Sementara itu, sistem dan teknologi informasi (sig. 0,138) serta prosedur administrasi (sig. 0,099) tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, seluruh variabel berpengaruh signifikan (F = 10,366; sig. 0,000). Temuan ini mengimplikasikan perlunya peningkatan kompetensi aparatur dan penguatan budaya organisasi yang disiplin untuk mempercepat proses penerbitan SP2D.
Copyrights © 2026