Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang dituntut lebih inovatif, bermakna, dan kontekstual. Pembelajaran SKI tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi sejarah, tetapi juga pada pembentukan karakter dan penguatan literasi peradaban siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode role-play berbasis empati sejarah dalam memperkuat literasi peradaban siswa pada mata pelajaran SKI. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di MI Nurul Huda Mejagong, Pemalang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode role-play berbasis empati sejarah mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih mudah memahami peristiwa sejarah Islam karena mereka terlibat langsung dalam memainkan peran tokoh-tokoh sejarah. Selain itu, metode ini membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, kerja sama, dan toleransi yang terkandung dalam sejarah peradaban Islam. Pembelajaran menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa sehingga mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam. Meskipun terdapat beberapa kendala, seperti keterbatasan waktu pembelajaran dan kurangnya rasa percaya diri sebagian siswa, guru mampu mengatasinya melalui strategi pembelajaran yang kreatif dan motivatif. Dengan demikian, metode role-play berbasis empati sejarah dinilai efektif dalam mengembangkan pembelajaran SKI sekaligus memperkuat literasi peradaban siswa di era digital.
Copyrights © 2026