Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penggunaan jasa bank syariah di wilayah Panyabungan dibandingkan dengan bank konvensional, meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam. Fenomena ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai produk dan prinsip syariah, serta adanya kesenjangan antara layanan digital yang tersedia dengan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan The Circular Model of SoMe (Share, Optimize, Manage, Engage) dalam strategi pemasaran online di Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Panyabungan serta menganalisis integrasi prinsip-prinsip syariah di dalamnya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan (field research). Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pihak manajemen bank dan nasabah, serta observasi langsung terhadap aktivitas media sosial BSI Panyabungan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model SOME di BSI KCP Panyabungan telah berjalan dengan dominasi pada platform Facebook dan WhatsApp. Pada tahap Share, konten masih didominasi oleh promosi komersial (70%) dibandingkan edukasi syariah, sehingga aspek Tabligh (edukasi) belum optimal. Pada tahap Engage, BSI Panyabungan menunjukkan kinerja sangat baik dengan kecepatan respon (Service Level Agreement) di bawah 30 menit, yang mencerminkan nilai Fathanah dan Amanah. Secara keseluruhan, strategi pemasaran digital efektif dalam konversi penjualan (khususnya produk Gadai Emas dan Griya), namun perlu ditingkatkan dalam aspek literasi ideologis syariah dan penggunaan konten lokal untuk membangun kepercayaan masyarakat secara lebih mendalam.
Copyrights © 2026