Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

MANAJEMEN PENGELOAAN PAJAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM Sonita, Era
Alhurriyah Vol 16, No 1 (2015): Januari - Juni 2015
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.953 KB) | DOI: 10.30983/alhurriyah.v16i1.625

Abstract

Dalam ajaran Islam, kewajiban utama kaum muslim atas harta adalah zakat. Mayoritas fuqaha berpendapat bahwa zakat adalah satu-satunya kewajiban kaum muslim atas harta. Kewajiban atas harta yang wajib adalah zakat, namun jika dating kondisi yang menghendaki adanya keperluan tambahan, maka aka nada kewajiban tambahan lain berupa pajak. Pendapat ini misalnya dikemukakan oleh Qadhi abu Bakar al-Aarabi, Imam alik, Imam Qurtubi, Imam Syatibi, Mahmud Syaltut dan lain. Diperbolehkannya memungut pajak menurut para ulama tersebut, alasan utamanya adalah untuk kemaslahatan umat, karena dana pemerintah tidk encukupi untuk membiayai berbagai pengeluaran ang jika pengeluaran itu tida ibiayai, maka akan timbul kemudharatan, mencegah kemudharatan adalah kewajiban. Karakteristik pajak menurut hukum ekonomi Islam yang hal ini membedakannya dengan pajak konvensional yang selama ini diterapkan di Indonesia adalah sebagai berikut: (a) pajak bersifat temporer, tidak kontiniu hanya boleh dipungut ketika di baitul mal tidak ada harta. (b) pajak hanya boleh dipungut untuk pembiayaan yang merupakan kewajiban bagi kaum muslimin dan sebtas jumlah yang diperlukan untuk pembiayaan wjib. (c) pajak hanya diambil dari kaum muslim. (d) pajak hanya dipungut dari kaum muslim yang kaya, (e) pajak hanya dipungut sesuai jumlah pembiayaan yang diperlukan tidak boleh lebih. (f) pajak dapat dihapus bila sudah tidak diperlukan.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCACATAN SIPIL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v1i1.445

Abstract

One of the main functions of the government is to serve the community then the government needs to keep on improving the quality of service. The measure of the success of service delivery is determined by the level of satisfaction of the service recipient. Community satisfaction as a service recipient becomes a benchmark to assess the level of service quality provided. The participation of the public in assessing the quality of service of the government apparatus is the right step in the involvement of society towards the public service policy taken. Salah satu fungsi utama pemerintaha adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan masyarakat sebagi penerima pelayanan menjadi tolak ukur untuk menilai tinmgkat kualitas pelayanan yang diberikan. Partisipasi masyarakat dalam menilai kualitas pelayanan aparatur pemerintah merupakan langkah tepat dalam keterlibatan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan publik yang diambil.
Sinergisitas Sikap dan Pengetahuan dalam Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Febi IAIN Bukittinggi Harfandi Harfandi; Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 4, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.09 KB) | DOI: 10.30983/es.v4i1.3266

Abstract

 The objective of this research to analysis deeply examine the synergy of attitude and knowledge to develop entrepreneurship spirit of the students of Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI) IAIN Bukittinggi. After analyzed qualitatively using; SWOT analysis, SWOT Matrix, and Charge Table Score, it can be pointed out that the synergy of attitude and knowledge in the development of entrepreneurship of students namely; 1) To grow values: honesty, tolerance,  ideas and creativity, awareness of the norms and rules, a strong spirit in learning, a strong drive to excel, confidence, and independence, interest, perseverance, and motivation, the desire to explore and produce economic resources, entrepreneurial spirit and entrepreneurship, And, 2). Realizing knowledge about; entrepreneurship ideas that suits the needs of the market, the development of business prospects, and business management. This research contributed to prepare the graduates who can compete in both academic and non-academic fields 
The Effect of Entrepreneurship Attitude and Knowledge on Entrepreneurial Intention of Students Harfandi Harfandi; Zulhelmi Zulhelmi; Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 6, No 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v6i1.5562

Abstract

Intention in entrepreneurship is the basis in the formation of the entrepreneurial spirit of students, while intention in entrepreneurship itself can be influenced by entrepreneurial knowledge. For this reason, FEBI UIN Bukittinggi students are expected to be able to master entrepreneurial knowledge as a provision in entrepreneurship, which can be obtained through; entrepreneurship training, entrepreneurship practicum, and Student Entrepreneurship Program (PWM) held by the institution. The purpose of this study was to examine and analyze the effect of entrepreneurial attitudes and knowledge on entrepreneurial intention in FEBI UIN Bukittinggi students. The research sample was drawn by quota random sampling based on a balanced proportion of the existing study programs at FEBI. Respondents are students who will graduate (at least semester IV for DIII, and semester VI for S1), for the three study programs contained in FEBI UIN Bukittinggi, totaling 136 people. The results showed that entrepreneurial attitude had no effect on entrepreneurial intention, while entrepreneurial knowledge had an influence on entrepreneurial intention in FEBI UIN Bukittinggi students. Minat berwirausaha menjadi dasar dalam pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa, sedangkan  minat berwirausaha itu sendiri  dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kewirausahaan. Untuk itu mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi diharapkan dapat menguasai pengetahuan kewirausahaan sebagai bekal dalam berwirausaha, yang dapat diperoleh  melalui;  pelatihahan kewirausahaan, pratikum kewirausahaan, dan Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) yang diadakan oleh lembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menguji dan menganalisa pengaruh sikap dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi. Adapun sampel penelitian ditarik dengan quota random sampling berdasarkan proporsi berimbang pada program studi yang ada pada FEBI. Responden adalah mahasiswa yang akan diwisuda (minimal semester IV untuk DIII, dan semester VI pada S1), untuk tiga program studi yang terdapat pada FEBI UIN Bukittinggi yang berjumlah 136 orang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sikap kewirausahaan tidak memiliki pengaruh pada minat berwirausaha, sedangkan pengetahuan kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi.
Education and Entrepreneurship Integration Strategy at State Islamic Institute of Bukittinggi Harfandi Harfandi; Era Sonita; Zulhelmi Zulhelmi
Jurnal Educative: Journal of Educational Studies Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.437 KB) | DOI: 10.30983/educative.v5i2.3156

Abstract

The increasing number of graduates from State Islamic Institute of Bukittinggi (IAIN Bukittinggi), who do not have any competency from year to year, will increase the number of unemployed in the society. In this regard, this study aimed to formulate strategies in integrating education with entrepreneurship at State Islamic Institute of Bukittinggi in order to produce applicative and highly competitive graduates. After being analyzed using SWOT analysis, SWOT Matrix, and Weight Score Table, it can be concluded that the right strategies are; implementing the KKNI curriculum that suits market needs, developing curricula especially entrepreneurship courses, equipping students with adequate entrepreneurial knowledge, creating entrepreneurship training programs, such as holding student business units to develop students' entrepreneurial potential, and multiplying student entrepreneurship practices through collaboration with business actors.Dengan bertambahnya lulusan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, yang tidak memiliki kompetensi dari tahun ketahun,  akan menambah jumlah pengangguran di tengah-tengah masyarakat. Sehubungan dengan itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi dalam mengintegrasi pendidikan dan kewirausahaan pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi guna menghasilkan lulusan yang aplikatif, dan berdaya saing tinggi. Setelah dianalisis dengan menggunakan  analisa SWOT, Matrix SWOT, dan Tabel Bobot Skor, maka dapat dikemukakan bahwa strategi yang tepat adalah;  mnerapkan kurikulum KKNI yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mengembangkan kurikulum terutama mata kuliah kewirausahaan, membekali mahasiswa dengan pengetahuan kewirausahaan yang memadai, dan membuat program-program pelatihan kewirausahaan, seperti mengadakan unit-unit usaha mahasiswa untuk pengembangan potensi wirausaha mahasiswa, serta memperbanyak praktek-praktek kewirausahaan mahasiswa, melalui kerjasama dengan para pelaku usaha.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCACATAN SIPIL DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 1, No 1 (2017): Januari-Juni 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.623 KB) | DOI: 10.30983/es.v1i1.445

Abstract

One of the main functions of the government is to serve the community then the government needs to keep on improving the quality of service. The measure of the success of service delivery is determined by the level of satisfaction of the service recipient. Community satisfaction as a service recipient becomes a benchmark to assess the level of service quality provided. The participation of the public in assessing the quality of service of the government apparatus is the right step in the involvement of society towards the public service policy taken. Salah satu fungsi utama pemerintaha adalah melayani masyarakat maka pemerintah perlu terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan. Ukuran keberhasilan penyelenggaraan pelayanan ditentukan oleh tingkat kepuasan penerima pelayanan. Kepuasan masyarakat sebagi penerima pelayanan menjadi tolak ukur untuk menilai tinmgkat kualitas pelayanan yang diberikan. Partisipasi masyarakat dalam menilai kualitas pelayanan aparatur pemerintah merupakan langkah tepat dalam keterlibatan masyarakat terhadap kebijakan pelayanan publik yang diambil.
The Effect of Entrepreneurship Attitude and Knowledge on Entrepreneurial Intention of Students Harfandi Harfandi; Zulhelmi Zulhelmi; Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 6, No 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.885 KB) | DOI: 10.30983/es.v6i1.5562

Abstract

Intention in entrepreneurship is the basis in the formation of the entrepreneurial spirit of students, while intention in entrepreneurship itself can be influenced by entrepreneurial knowledge. For this reason, FEBI UIN Bukittinggi students are expected to be able to master entrepreneurial knowledge as a provision in entrepreneurship, which can be obtained through; entrepreneurship training, entrepreneurship practicum, and Student Entrepreneurship Program (PWM) held by the institution. The purpose of this study was to examine and analyze the effect of entrepreneurial attitudes and knowledge on entrepreneurial intention in FEBI UIN Bukittinggi students. The research sample was drawn by quota random sampling based on a balanced proportion of the existing study programs at FEBI. Respondents are students who will graduate (at least semester IV for DIII, and semester VI for S1), for the three study programs contained in FEBI UIN Bukittinggi, totaling 136 people. The results showed that entrepreneurial attitude had no effect on entrepreneurial intention, while entrepreneurial knowledge had an influence on entrepreneurial intention in FEBI UIN Bukittinggi students. Minat berwirausaha menjadi dasar dalam pembentukan jiwa kewirausahaan mahasiswa, sedangkan  minat berwirausaha itu sendiri  dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kewirausahaan. Untuk itu mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi diharapkan dapat menguasai pengetahuan kewirausahaan sebagai bekal dalam berwirausaha, yang dapat diperoleh  melalui;  pelatihahan kewirausahaan, pratikum kewirausahaan, dan Program Wirausaha Mahasiswa (PWM) yang diadakan oleh lembaga. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menguji dan menganalisa pengaruh sikap dan pengetahuan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi. Adapun sampel penelitian ditarik dengan quota random sampling berdasarkan proporsi berimbang pada program studi yang ada pada FEBI. Responden adalah mahasiswa yang akan diwisuda (minimal semester IV untuk DIII, dan semester VI pada S1), untuk tiga program studi yang terdapat pada FEBI UIN Bukittinggi yang berjumlah 136 orang. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa sikap kewirausahaan tidak memiliki pengaruh pada minat berwirausaha, sedangkan pengetahuan kewirausahaan memiliki pengaruh terhadap minat berwirausaha mahasiswa FEBI UIN Bukittinggi.
Sinergisitas Sikap dan Pengetahuan dalam Pengembangan Jiwa Kewirausahaan Mahasiswa Febi IAIN Bukittinggi Harfandi Harfandi; Era Sonita
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol 4, No 1 (2020): Januari-Juni 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.234 KB) | DOI: 10.30983/es.v4i1.3266

Abstract

 The objective of this research to analysis deeply examine the synergy of attitude and knowledge to develop entrepreneurship spirit of the students of Faculty of Economics and Islamic Business (FEBI) IAIN Bukittinggi. After analyzed qualitatively using; SWOT analysis, SWOT Matrix, and Charge Table Score, it can be pointed out that the synergy of attitude and knowledge in the development of entrepreneurship of students namely; 1) To grow values: honesty, tolerance,  ideas and creativity, awareness of the norms and rules, a strong spirit in learning, a strong drive to excel, confidence, and independence, interest, perseverance, and motivation, the desire to explore and produce economic resources, entrepreneurial spirit and entrepreneurship, And, 2). Realizing knowledge about; entrepreneurship ideas that suits the needs of the market, the development of business prospects, and business management. This research contributed to prepare the graduates who can compete in both academic and non-academic fields 
SISTEM PEMBIAYAAN SOSIAL BERBASIS KOMUNITAS ERA SONITA; AHMAD WIRA
Al-Masraf: Jurnal Lembaga Keuangan dan Perbankan Vol 4, No 2 (2019): Juli - Desember 2019
Publisher : Prodi Manaj. Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam – UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-masraf.v4i2.223

Abstract

Islamic cooperative is a financial system based on social and solidarity, where its characteristics are different from other financial institutions. This social financial institution is a set of interdependent relationships between financial and social. This paper explains about how the institutional economy in this case the Islamic cooperative understands the form of interaction between individuals, organizations in establishing mutually supportive relationships. What is the form of sustainability of Islamic cooperative financial institutions through its ability to respond to the needs of its members towards the needs of venture capital without applying interest and profit sharing. In the sense of the word form of work of this Islamic cooperative institution based on the concept of help to help members of the cooperative.
TANTANGAN KEAMANAN SIBER DALAM MANAJEMEN LIKUIDITAS BANK SYARIAH : MENJAGA STABILITAS KEUANGAN DI ERA DIGITAL Restika Restika; Era Sonita
Krigan: Journal of Management and Sharia Business Vol 1, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/krigan.v1i2.7929

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tantangan keamanan siber yang dihadapi oleh lembaga keuangan, khususnya bank syariah, dalam konteks manajemen likuiditas guna menjaga stabilitas keuangan di era digital. Era digital menandai transformasi lanskap keuangan yang memberikan kemudahan tetapi juga menimbulkan risiko keamanan siber yang signifikan. Bank syariah, sebagai entitas keuangan yang mengimplementasikan prinsip-prinsip syariah, terutama rentan terhadap serangan siber yang dapat mengancam likuiditas dan stabilitas keuangan mereka. Penelitian ini mencakup latar belakang mendalam tentang serangan siber dan manajemen likuiditas di bank syariah. Dengan mempertimbangkan teori-teori terkini dan studi kasus terkait, penelitian ini menganalisis dampak serangan siber terhadap likuiditas dan stabilitas keuangan bank syariah. Sebagai bagian dari metodologi penelitian, studi literatur mendalam digunakan untuk mengidentifikasi tren, tantangan, dan strategi terkait keamanan siber dalam manajemen likuiditas. Temuan penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana bank syariah dapat menghadapi dan merespons tantangan keamanan siber, serta strategi yang dapat diterapkan untuk mempertahankan stabilitas keuangan di era digital. Implikasi praktis dan rekomendasi untuk lembaga keuangan serupa turut dibahas, memberikan kontribusi pada pemahaman praktis dan kebijakan terkait manajemen likuiditas dan keamanan siber.Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan antara keamanan siber dan stabilitas keuangan, memberikan kerangka kerja yang diperlukan bagi bank syariah dan lembaga keuangan lainnya untuk menghadapi tantangan kompleks ini..AbstractThis research explores the cyber security challenges faced by financial institutions, especially Islamic banks, in the context of liquidity management to maintain financial stability in the digital era. The digital era marks a transformation of the financial landscape that provides convenience but also poses significant cybersecurity risks. Islamic banks, as financial entities that implement sharia principles, are especially vulnerable to cyber attacks that can threaten their liquidity and financial stability. This research includes an in-depth background on cyber attacks and liquidity management in Islamic banks. By considering current theories and related case studies, this research analyzes the impact of cyber attacks on the liquidity and financial stability of Islamic banks. As part of the research methodology, an in-depth literature study was used to identify cybersecurity-related trends, challenges and strategies in liquidity management. The findings of this research provide in-depth insight into how Islamic banks can face and respond to cyber security challenges, as well as strategies that can be implemented to maintain financial stability in the digital era. Practical implications and recommendations for similar financial institutions are discussed, contributing to practical and policy understanding regarding liquidity management and cyber security. This research provides a deeper understanding of the relationship between cyber security and financial stability, providing the necessary framework for Islamic banks and other financial institutions to face this complex challenge.