Krisis global periode 2019–2025, yang dipicu oleh pandemi COVID-19, instabilitas geopolitik, dan gangguan rantai pasok, memberikan tekanan multidimensional terhadap perusahaan sektor manufaktur di Indonesia sehimgga mempengaruhi kinerja keuangan dan pergerakan harga saham perusahaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan profitabilitas perusahaan manufaktur terhadap harga saham selama periode krisis tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi memanfaatkan data sekunder dari 60 perusahaan manufaktur tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2019–2025. Analisis regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) digunakan untuk menguji dampak tiga indikator profitabilitas: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa ROA, ROE, dan NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, dengan ROA menjadi variabel paling dominan dalam menjelaskan perubahan harga saham. Secara simultan, ketiga indikator profitabilitas tersebut menjelaskan 65,9% variasi harga saham, menegaskan bahwa profitabilitas merupakan prediktor utama kinerja saham pada masa ketidakpastian ekonomi. Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan aset untuk mempertahankan daya saing serta menjaga kepercayaan investor. Implikasi penelitian menyarankan agar manajemen perusahaan manufaktur memprioritaskan strategi peningkatan profitabilitas sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko selama krisis, sementara investor dapat menggunakan indikator profitabilitas sebagai sinyal utama dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur terkait hubungan antara kinerja keuangan dan nilai pasar perusahaan di masa krisis ekonomi.
Copyrights © 2026