Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Dampak Laporan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) terhadap Kinerja Perusahaan Manufaktur One Sabili Rosyidin; Firdaus Indrajaya Tuharea; Dini Ayu Pramitasari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8599

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh pelaporan Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia. Perubahan paradigma global dalam penilaian kinerja perusahaan menekankan pentingnya aspek Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) di samping kinerja finansial. Penelitian ini menginvestigasi pengaruh pelaporan ESG terhadap kinerja perusahaan manufaktur di Indonesia selama periode 2021–2024. Mengingat pergeseran paradigma global menuju penilaian kinerja yang mencakup aspek non-finansial dan penguatan pelaporan keberlanjutan di Indonesia, studi ini bertujuan mengungkap relevansi ESG dalam konteks pasar modal di Indonesia yang masih menjadi perdebatan. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 45 perusahaan manufaktur, penelitian ini menerapkan model Fixed Effect untuk menguji hubungan antara skor ESG (keseluruhan dan per dimensi) serta kinerja perusahaan yang diukur melalui ROA dan Tobin’s Q dan mengontrol variabel ukuran perusahaan dan leverage. Hasil studi secara konsisten menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan manufaktur, baik dari sisi akuntansi maupun pasar. Temuan ini menegaskan bahwa praktik keberlanjutan tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi telah menjadi mekanisme penciptaan nilai dan sinyal kualitas manajemen yang diapresiasi secara ekonomi oleh pasar modal Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik keberlanjutan tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga berkontribusi pada efisiensi operasional, pengelolaan risiko yang lebih baik, dan peningkatan kepercayaan investor, menjadikannya mekanisme penciptaan nilai perusahaan. Analisis dimensi ESG menunjukkan kontribusi komplementer, dengan tata kelola menjadi fondasi penting. Implikasinya, integrasi ESG ke dalam strategi korporasi dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan perusahaan.
Dampak Perubahan Profitabilitas Akibat Kriris Global terhadap Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Indonesia: Studi Periode 2019-2025 Sindy Nur Smadi Putri; Anisaul Hasanah; Firdaus Indrajaya Tuharea
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8889

Abstract

Krisis global periode 2019–2025, yang dipicu oleh pandemi COVID-19, instabilitas geopolitik, dan gangguan rantai pasok, memberikan tekanan multidimensional terhadap perusahaan sektor manufaktur di Indonesia sehimgga mempengaruhi kinerja keuangan dan pergerakan harga saham perusahaan. Penelitian ini menganalisis pengaruh perubahan profitabilitas perusahaan manufaktur terhadap harga saham selama periode krisis tersebut. Menggunakan pendekatan kuantitatif, studi memanfaatkan data sekunder dari 60 perusahaan manufaktur tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 2019–2025. Analisis regresi data panel dengan Fixed Effect Model (FEM) digunakan untuk menguji dampak tiga indikator profitabilitas: Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Net Profit Margin (NPM). Hasil analisis parsial menunjukkan bahwa ROA, ROE, dan NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, dengan ROA menjadi variabel paling dominan dalam menjelaskan perubahan harga saham. Secara simultan, ketiga indikator profitabilitas tersebut menjelaskan 65,9% variasi harga saham, menegaskan bahwa profitabilitas merupakan prediktor utama kinerja saham pada masa ketidakpastian ekonomi. Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan aset untuk mempertahankan daya saing serta menjaga kepercayaan investor. Implikasi penelitian menyarankan agar manajemen perusahaan manufaktur memprioritaskan strategi peningkatan profitabilitas sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko selama krisis, sementara investor dapat menggunakan indikator profitabilitas sebagai sinyal utama dalam pengambilan keputusan investasi. Penelitian ini berkontribusi pada literatur terkait hubungan antara kinerja keuangan dan nilai pasar perusahaan di masa krisis ekonomi.
Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas terhadap Volatilitas Harga Saham pada Perusahaan Manufaktur Sektor Makanan dan Minuman di BEI Emilia Nur Rahmah; Firdaus Indrajaya Tuharea; Anisaul Hasanah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9124

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Return on Assets, Return on Equity, Net Profit Margin, dan Earnings per Share terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori dengan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia, Yahoo Finance, dan laporan tahunan perusahaan. Sampel terdiri atas 35 perusahaan dengan 245 observasi panel yang dipilih melalui purposive sampling. Data diolah menggunakan Microsoft Excel dan IBM SPSS Statistics melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rasio profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap volatilitas harga saham, baik secara parsial maupun simultan, dengan EPS sebagai variabel paling dominan. Model mampu menjelaskan 52,4% variasi volatilitas harga saham. Disimpulkan bahwa peningkatan profitabilitas cenderung menurunkan fluktuasi harga saham. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan variabel fundamental internal dan fokus pada satu subsektor industri. Penelitian ini berkontribusi bagi investor, manajemen perusahaan, regulator pasar modal, serta pengembangan Financial Management dan Investment Analysis.