Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas operasional distribusi barang pada J&T Express Cabang Cikarang Baru menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Peningkatan volume distribusi barang akibat pertumbuhan sektor e-commerce menuntut perusahaan logistik untuk meningkatkan efektivitas operasional distribusi agar mampu menjaga kualitas pelayanan, ketepatan waktu pengiriman, dan stabilitas proses operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi operasional perusahaan selama periode Februari hingga Mei 2024. Parameter pengukuran yang digunakan terdiri dari Availability, Performance, dan Quality yang diadaptasi ke dalam konteks distribusi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Availability sebesar 94,44%, Performance sebesar 80,56%, dan Quality sebesar 94,40%, sehingga diperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) total sebesar 71,82%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa efektivitas operasional distribusi barang berada dalam kategori cukup baik, namun masih belum mencapai standar world class sebesar 85%. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya efektivitas operasional berasal dari keterlambatan proses penyortiran, ketidakseimbangan pembagian rute distribusi, serta hambatan operasional selama proses pengiriman barang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode OEE dapat digunakan secara efektif untuk mengukur tingkat efektivitas operasional distribusi pada perusahaan jasa logistik serta membantu mengidentifikasi sumber inefisiensi operasional sebagai dasar dalam penyusunan strategi perbaikan sistem distribusi perusahaan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan distribusi barang.
Copyrights © 2026