Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A Pattern Analysis on Goods Purchase Relationship for Minimarket’s Customers by Using Association Rule - Market Basket Analysis Method (AR-MBA) Agus Hindarto Wibowo; Hasyrani Windyatri; Andivas Marulan; Dimaz Harits; Davin Nugraha
Journal of Information Technology Ampera Vol. 4 No. 3 (2023): Journal of Information Technology Ampera
Publisher : APTIKOM SUMSEL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51519/journalita.v4i3.422

Abstract

Nowadays, technology has been rapidly developed, while data has become the most valuable component to be processed to produce useful information. Technology is very helpful for analyzing data clearly or in more detail. The implementation of this technology can be found in real governmental, social, and business activities, for example in business activity, it is indicated by the number of minimarkets spread across Indonesia. Thus, it makes business competition highly increased. Therefore, it is necessary to conduct a study by utilizing the existing data to compete. This study used the Association Rule-Market Basket Analysis method to determine customers’ interest patterns when shopping. The results of this study indicated that there were 2 rules that showed the highest confidence value, such as 63% (food and beverages) and 58% (cigarettes and drinks). Regarding these results, the minimarket can determine the next steps that should be conducted, such as setting up the layout and so on.
Pengarahan Teknik Pengembangan Produk Berbasis Kebutuhan Konsumen (Customer Needs) Pada UMKM Bawang Goreng Supriyati Supriyati; Suhendra Suhendra; Hasyrani Windyatri; Dwi Irwati; Andini Putri Riandani; Adi Rusdi Widya
Madaniya Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1097

Abstract

Bawang goreng merupakan produk olahan bawang merah yang digoreng hingga renyah dan digunakan sebagai pelengkap atau topping makanan. Produk ini memiliki nilai jual tinggi dan menjadi salah satu andalan UMKM karena bahan bakunya melimpah di pasar lokal, mendukung sektor pertanian, serta memberikan kontribusi signifikan pada pertumbuhan ekonomi daerah. Permintaan bawang goreng stabil karena produk ini meningkatkan cita rasa dan cocok untuk berbagai jenis makanan. UMKM dapat memulai usaha bawang goreng dengan modal kecil dan mengembangkan inovasi melalui variasi rasa, kemasan menarik, hingga produk organik untuk meningkatkan daya tarik konsumen, termasuk potensi ekspor. Namun, UMKM bawang goreng menghadapi tantangan dalam kualitas bahan baku yang dipengaruhi musim, teknik produksi, hingga pengemasan. Masalah seperti bawang goreng berminyak, mudah tengik, atau kualitas yang tidak konsisten dapat mengurangi daya saing produk. Pengembangan produk berbasis kebutuhan konsumen (customer needs) menjadi penting untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, UMKM diberi arahan untuk memahami suara konsumen (voice of customer) dengan observasi, wawancara, dan umpan balik. Pendekatan Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk memastikan produk memenuhi kebutuhan pasar. Pengarahan ini membantu UMKM menciptakan produk berkualitas, diminati konsumen, dan berdaya saing tinggi di pasar.
Sosialisasi dan Edukasi Label Kemasan Pangan Produk Olahan Pangan di SMK Islam Darruhrohman, Sukawangi, Kab. Bekasi Anita Suri; Supriyanto Supriyanto; Hasyrani Windyatri; Putri Nabila Adinda Adriansyah; Sholahuddin Ganesha
Madaniya Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.1240

Abstract

Pesan yang tercantum dalam Pedoman Gizi Seimbang (PGS) menyatakan pentingnya membaca label pangan namun hal tersebut berbanding terbalik dengan ketertarikan konsumen dalam membaca label pangan memang masih terbilang cukup rendah terutama para remaja. Oleh karena itu salah satu sasaran dalam pengabdian ini adalah siswa-siswi kelas IX, SMK Islam Darurrohman. Sekolah ini dipilih karena letak sekolah yang begitu jauh dari pusat kota, sehingga dikhawatirkan penjualan produk pangan sangat bebas dan produk kadaluwarsa yang dapat mengakibatkan remaja mengalami keracunan makanan. Metode pengabdian yang dilakukan adalah dengan ceramah dan praktik secara langsung. Materi yang disampaikan terkait cara membaca label kemasan pangan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No. 69 Tahun 1999 sedangkan pada kegiatan praktik diberikan beberapa sampel produk olahan pangan dari produk makanan kemasan yang sering beredar di masyarakat. Selama sosialisasi mengenai kemasan produk pangan, para siswa-siswi menunjukkan minat dan antusiasme yang tinggi dalam berinteraksi serta mengajukan pertanyaan mengenai bahan-bahan makanan yang sebaiknya dihindari. Pada akhir kegiatan bukan pengetahuan yang diperoleh, siswa diharapkan dapat menerapkan informasi dari label kemasan dalam pengambilan keputusan saat membeli produk pangan, serta menyebarkan informasi ini kepada sekitar.
Analisis Efisiensi Operasional Distribusi Barang Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Proses Pengiriman J&T Express Cikarang Alex Baga Situmorang; Hasyrani Windyatri; Fibi Eko Putra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8953

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas operasional distribusi barang pada J&T Express Cabang Cikarang Baru menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Peningkatan volume distribusi barang akibat pertumbuhan sektor e-commerce menuntut perusahaan logistik untuk meningkatkan efektivitas operasional distribusi agar mampu menjaga kualitas pelayanan, ketepatan waktu pengiriman, dan stabilitas proses operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi operasional perusahaan selama periode Februari hingga Mei 2024. Parameter pengukuran yang digunakan terdiri dari Availability, Performance, dan Quality yang diadaptasi ke dalam konteks distribusi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Availability sebesar 94,44%, Performance sebesar 80,56%, dan Quality sebesar 94,40%, sehingga diperoleh nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) total sebesar 71,82%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa efektivitas operasional distribusi barang berada dalam kategori cukup baik, namun masih belum mencapai standar world class sebesar 85%. Faktor utama yang memengaruhi rendahnya efektivitas operasional berasal dari keterlambatan proses penyortiran, ketidakseimbangan pembagian rute distribusi, serta hambatan operasional selama proses pengiriman barang. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode OEE dapat digunakan secara efektif untuk mengukur tingkat efektivitas operasional distribusi pada perusahaan jasa logistik serta membantu mengidentifikasi sumber inefisiensi operasional sebagai dasar dalam penyusunan strategi perbaikan sistem distribusi perusahaan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pelayanan distribusi barang.
Analisis Peningkatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Mesin Surface Mount Technology (SMT) Melalui Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Alex Saputra; Siti Rahayu; Hasyrani Windyatri
Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Terapan
Publisher : Yayasan Inovasi Kemajuan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55826/jtmit.v4i3.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas mesin Surface Mount Technology (SMT) di PT Sharp Elektronik Indonesia melalui pendekatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Berdasarkan data operasional periode Juni–Agustus 2024, rata-rata nilai OEE tercatat sebesar 56,8%, jauh di bawah standar industri sebesar 85%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh rendahnya nilai Availability dan Performance, yang dipicu oleh waktu henti mesin yang tinggi serta kecepatan operasi yang tidak optimal. Untuk mengidentifikasi akar penyebab dan menentukan prioritas perbaikan, metode FMEA diterapkan dengan menghitung Risk Priority Number (RPN) dari setiap mode kegagalan. Hasil analisis menunjukkan bahwa downtime mesin merupakan penyebab utama dengan nilai RPN tertinggi, diikuti oleh faktor kesalahan operator dan keterlambatan pasokan bahan baku. Berdasarkan temuan tersebut, strategi perbaikan difokuskan pada peningkatan program pemeliharaan, pelatihan operator, dan efisiensi rantai pasok. Setelah implementasi perbaikan pada Oktober–Desember 2024, nilai OEE meningkat menjadi 77%, menandakan keberhasilan intervensi yang dilakukan. Integrasi OEE dan FMEA dalam penelitian ini memberikan pendekatan sistematis dan berbasis data yang efektif dalam mendukung peningkatan kinerja operasional mesin. Penelitian ini juga berkontribusi dalam pengembangan praktik manajemen perawatan di industri manufaktur elektronik Indonesia.
Analisis Pengendalian Defect dengan Menggunakan Metode Six Sigma (DMAIC) pada Produksi Glass Block di PT XYZ Mufamar Ivan; Setiawan Setiawan; Hasyrani Windyatri
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 9 No. 3 (2026): July
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v9i3.60389

Abstract

PT XYZ is a manufacturing company that produces glass blocks and continues to face quality-related issues, particularly a high number of defects caused by mold disturbances during the production process. The high defect rate indicates that the production process is still subject to significant variation, highlighting the need for a structured quality control system. This study aims to evaluate the process capability of the production system, analyze the defect rate caused by mold disturbances, and implement defect control using the Six Sigma methodology with the DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) approach. The results show that the average sigma level of the production process was 3.67, indicating that the primary causes of defects were related to machine, method, and human factors. Based on the analysis, the proposed improvements focused on implementing periodic preventive maintenance for molds, developing a mold inspection checklist, enhancing mold condition monitoring, and providing operator training. The evaluation conducted after the improvement phase demonstrated that the number of defects decreased from 17,027 to 6,693, while the sigma level increased from 3.67 to 4.00, indicating improved process stability and enhanced glass block production quality.
Analisis Perbandingan Metode North West Corner (NWC), Vogel, Least Cost, dan Particle Swarm Optimization (PSO) pada Optimasi Distribusi Beras antar Provinsi di Indonesia Mega Purnamasari; Harisma Sujani; Arvita Emarilis Intani; Muhammad Ibrahim Ats-Tsuri; Hasyrani Windyatri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.002

Abstract

In 2025, Indonesia faces challenges related to slow rice distribution, resulting in shortages of premium rice and significant price increases. The price of premium rice has risen from IDR 68,000 per 5 kg to IDR 90,000–130,000 per 5 kg. Although rice stocks in BULOG warehouses are abundant, suboptimal distribution may hinder food security, increase the risk of rice spoilage, and lead to national economic losses. Based on these issues, this study aims to determine the optimal allocation of rice distribution from supply areas to demand areas based on the shortest distance in order to minimize the total transportation distance. The methods used in this study include the North West Corner (NWC), Vogel Approximation Method (VAM), Least Cost, and Particle Swarm Optimization (PSO). This research contributes academically by linking transportation optimization approaches with national food distribution policies. Furthermore, the novelty of this study lies in its national-scale coverage across Indonesia and the comparative analysis of four optimization methods within a single framework. The results show that the Vogel method provides the optimal solution, with a total distribution distance of 2,982,335.63 km thousands of tons.
Modifikasi Rancangan Runner pada Mold Produk White Key untuk Mengurangi Penggunaan Material Plastik AS (Acrylonitrille-Styrene Resin) di PT. Wijara Plastic Indonesia Romadi Romadi; Setiawan Setiawan; Hasyrani Windyatri
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol. 20 No. 1 (2026): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pasti.2026.v20i1.005

Abstract

White Key product is one type of multiple cavity mold produced by PT. Wijara Plastics Indonesia using plastic raw materials that are required to use 100% virgin material, name AS plastic (acrylonitrile-styrene resin), where the material is recorded in the Purchasing Department of PT. Wijara Plastics Indonesia as a material with an expensive price of Rp132.210.00. In addition to being a multiple cavity mold, the White Key mold uses a cold runner system. So it is certain that the White Key mold has a long runner, where the runner is part of the product that is not used. The obligation to use 100% virgin material results in the runner not being able to be reused. Therefore, the runner part of the White Key product is categorized as waste. The research conducted resulted in the White Key mold design by changing the cold runner system to a hot runner. The applied Hot Sprue Bush technology can save the use of AS plastic raw materials (acrylonitrile-styrene resin) reaching 780 kg in a year which saves costs of Rp103.123.800.
Strategi Pemilihan Supplier Bahan Baku dalam Mendukung Peningkatan Kinerja UMKM Bananas Food Nida An Khofiyah; Juhaeni Juhaeni; Yusuf Irfan; Supriyati Supriyati; Hasyrani Windyatri
ABDIKAN: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdikan.v4i3.6219

Abstract

Supplier selection is important in the production process, because raw materials greatly affect product results and production continuity. In Bananas Food Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) located in Bekasi Regency, the main problem faced is that there is no mechanism or system for selecting the right raw material suppliers to meet production needs. Bananas Food MSMEs have also not implemented a method in supplier selection, so they have more than one supplier. This research was conducted using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method. The criteria that are prioritized in supplier selection include availability, quality, and price and location. This study aims to determine the best supplier from several alternative suppliers. Based on the results of ranking the selection of banana raw material suppliers using the AHP method, determining supplier B as the best supplier for Bananas Food MSMEs with a weight value of 0.46, supplier C as the second alternative with a weight of 0.25, supplier D as the third alternative with a weight of 0.18, and supplier A as the fourth alternative with a weight of 0.11.
Analisis Persediaan Bahan Baku Kedelai Menggunakan Metode EOQ (Economic Order Quantity) di UMKM Pabrik Tahu Tirta Jaya Mohamad Rafli; Hasyrani Windyatri; Edora Edora
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11020

Abstract

Pengendalian persediaan bahan baku merupakan faktor penting dalam menjaga kelancaran proses produksi pada industri pengolahan tahu. UMKM Pabrik Tahu Tirta Jaya masih menerapkan sistem pengendalian persediaan secara konvensional berdasarkan pengalaman dan perkiraan pemilik usaha sehingga menyebabkan tingginya frekuensi pemesanan serta kurang optimalnya biaya persediaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku kedelai menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), menentukan jumlah pemesanan yang optimal, menghitung safety stock, dan menentukan reorder point (ROP). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan bahan baku kedelai selama satu tahun sebesar 119.440 kg dengan frekuensi pemesanan aktual sebanyak 96 kali per tahun. Berdasarkan metode EOQ diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 9.044 kg per pemesanan dengan frekuensi pemesanan sebanyak 13 kali per tahun. Total biaya persediaan menggunakan metode EOQ sebesar Rp. 3.168.508,8 per tahun, lebih rendah dibandingkan kondisi aktual sebesar Rp. 13.272.000 per tahun, sehingga menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 10.103.491,2 atau efisiensi sebesar 76,13%. Selain itu, diperoleh safety stock sebesar 325,20 kg dan reorder point sebesar 1.479,04 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ mampu meningkatkan efisiensi pengendalian persediaan dan mendukung kelancaran proses produksi pada UMKM Pabrik Tahu Tirta Jaya.