REKA RACANA
Vol 12, No 1: Maret 2026

Implementasi Konsep Building Information Modelling (BIM) pada Struktur Beton Gedung Poned Puskesmas Ujung Jaya Kabupaten Sumedang

Djaenudin, Kamaludin (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 May 2026

Abstract

ABSTRAKPembangunan infrastruktur di Indonesia terus meningkat sehingga diperlukan efektivitas dalam pengelolaan informasi proyek konstruksi agar mutu, biaya, dan waktu pelaksanaan lebih terkontrol. Building Information Modeling (BIM) menawarkan solusi melalui pemodelan bangunan berbasis informasi yang mendukung perhitungan volume dan biaya secara lebih akurat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi BIM pada pekerjaan struktural dan arsitektural proyek pembangunan Gedung PONED Puskesmas Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, serta membandingkannya dengan metode konvensional. Proses penelitian dilakukan dengan pemodelan struktural menggunakan Tekla Structures dan pemodelan arsitektural menggunakan ArchiCAD, kemudian dilakukan Quantity Take-Off dan analisis biaya berdasarkan hasil model. Hasil penelitian menunjukkan selisih biaya metode BIM sebesar −14,68% untuk pekerjaan struktural dan +1,25% untuk pekerjaan arsitektural terhadap RAB perencana. BIM mampu meningkatkan akurasi estimasi biaya dan koordinasi data lintas disiplin pada proyek konstruksi di Indonesia.Kata kunci: ArchiCAD, Building Information Modeling, Estimasi Biaya, Quantity Take-Off, Tekla StructuresABSTRACTInfrastructure development in Indonesia continues to grow, requiring effective project information management to improve quality, control costs, and increase efficiency. Building Information Modeling (BIM) provides a solution through information-based digital modeling, enabling more accurate volume and cost estimation. This research aims to analyze the implementation of BIM in the structural and architectural works of the PONED Ujung Jaya Health Facility project in Sumedang Regency and to compare the results with conventional methods. The research process involved structural modeling using Tekla Structures and architectural modeling using ArchiCAD, followed by Quantity Take-Off extraction and cost analysis based on the generated model. The results show cost differences using BIM of −14.68% for structural works and +1.25% for architectural works compared to the planner’s budget. BIM improves cost estimation accuracy and enhances interdisciplinary data coordination in construction projects in Indonesia.Keywords: ArchiCAD, Building Information Modeling, Cost Estimation, Quantity Take-Off, Tekla Structures

Copyrights © 2026