Lensa kontak adalah produk teknologi oftalmologi berupa lembaran plastik tipis dan bening yang ditempatkan di atas mata untuk memperbaiki penglihatan. Penggunaan yang tidak tepat dapat memiliki dampak serius bagi pemakainya, termasuk iritasi mata yang dapat mengakibatkan kebutaan. Kurangnya pengetahuan tentang penggunaan lensa kontak menjadi penyebab utama kondisi ini. Gejala iritasi mata meliputi mata yang merah, nyeri, bengkak, gatal, dan berair, serta penglihatan yang kabur setelah menggunakan lensa kontak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi korelasi antara pengetahuan pengguna lensa kontak dan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 66 mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh dari angkatan 2020-2023 yang secara aktif menggunakan lensa kontak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan total sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total responden, 48 orang (72,7%) memiliki pengetahuan yang baik, 13 orang (19,7%) memiliki pengetahuan yang cukup, dan 5 orang (7,6%) memiliki pengetahuan yang kurang. Sebanyak 29 orang (43,9%) mengalami iritasi mata, sedangkan 37 orang (56,1%) tidak mengalami iritasi mata. Berdasarkan hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan pengguna lensa kontak dengan kejadian iritasi mata pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Malikussaleh (nilai p-value 0,046).
Copyrights © 2026