Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan industri rokok yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2023 melalui analisis rasio keuangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas berdasarkan data laporan keuangan perusahaan. Rasio likuiditas (Current Ratio) rata-rata berada pada kisaran 172%–473%, menandakan kemampuan tinggi dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio solvabilitas (Debt to Equity Ratio) berada di kisaran 0,22–0,92 kali, menunjukkan struktur modal yang terkendali. Efisiensi penggunaan aset tercermin dari rasio aktivitas (Total Asset Turnover) dengan nilai rata-rata 1,24-1,92 kali, di mana WIIM menunjukkan kinerja paling efisien. Dari sisi profitabilitas, PT Wismilak Inti Makmur Tbk menempati posisi tertinggi dengan Net Profit Margin (NPM) rata-rata 11,04%, Return on Assets (ROA) 14,42%, dan Return on Equity (ROE) 17,37%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kinerja keuangan industri rokok berada dalam kondisi stabil dan sehat.
Copyrights © 2025