Bedah mayor merupakan prosedur invasif berisiko tinggi yang memerlukan pemulihan optimal. Mobilisasi dini penting untuk mencegah komplikasi seperti trombosis vena dalam, infeksi pernapasan, konstipasi, dan keterlambatan pemulihan organ. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan mobilisasi 6 jam dan 8 jam pasca operasi terhadap kecepatan pemulihan pasien bedah mayor di RST TK II dr. Soedjono. Penelitian menggunakan metode kuantitatif kuasi-eksperimental dengan rancangan posttest only with control design. Teknik sampel menggunakan non probability sampling dengan metode purposive sampling, dengan sampel berjumlah 28 pasien yang dibagi menjadi dua kelompok: 14 pasien mobilisasi 6 jam dan 14 pasien mobilisasi 8 jam. Data dikumpulkan melalui lembar observasi kecepatan pemulihan nyeri dan kembalinya fungsi gastrointestinal,dan jam digital,data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, independent t-test, atau Mann-Whitney. Hasil menunjukkan mobilisasi 6 jam memberikan pemulihan lebih baik dengan rerata nyeri lebih rendah dan fungsi gastrointestinal sedikit lebih tinggi. Terdapat perbedaan signifikan pada tingkat nyeri (p 0,05), namun tidak terdapat perbedaan signifikan pada fungsi gastrointestinal (p 0,05). Kesimpulan, mobilisasi 6 jam lebih efektif dibanding mobilisasi 8 jam dalam kecepatan pemulihan tingkat nyeri,sedangkan untuk pemulihan fungsi gastrointestinal tidak ada perbedaan yang signifikan.
Copyrights © 2026