Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan salah satu isu penting dalam pelayanan kesehatan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Data menunjukkan bahwa insiden keselamatan pasien masih sering terjadi di rumah sakit, baik berupa kesalahan medis, infeksi nosokomial, maupun kesalahan pemberian obat. Bahkan, sebuah laporan menyebutkan bahwa sekitar 12,5% pasien rawat inap mengalami kejadian tidak diharapkan (KTD). Di Jawa Tengah sendiri, tercatat lebih dari 500 kasus insiden keselamatan pasien, dengan hampir separuhnya terkait kesalahan medis. Kondisi ini semakin diperburuk dengan sistem pelaporan yang masih dilakukan secara manual, menggunakan formulir kertas yang tidak hanya memperlambat proses tetapi juga membatasi transparansi. Tujuan: penelitian ini adalah melilai bagaimana implementasi sistem pelaporan insiden keselamatan pasien terpadu (SIPANDU) di rumah sakit Metode: Penelitian ini dilakukan di RS Ja’far Medika, penelitian ini merupakan penelitian mix methode dengan sampel sejumlah 70 orang. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara Focus group discussion (FGD) dan melakukan analisis menggunakankuesioner. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah bahwasanya impelentasi SIPANDU di rumah sakit sangat baik, terbukti hampir 75% pengguna mampu menggunakan sipandu dengan baik. Selain itu sistem ini juga meningkatkan pelaporan insiden keselamatan pasien. Kesimpulan: Implementasi sipandu di rumah sakit dinilai baik dalam meningkatkan mutu dan keselamatan pasien
Copyrights © 2026