Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan unit pelayanan rumah sakit yang menuntut kecepatan dan ketepatan waktu dalam penanganan pasien guna menjamin keselamatan serta mutu pelayanan. Tingginya jumlah kunjungan pasien di IGD RSUD Salatiga yang tidak sebanding dengan ketersediaan tenaga kesehatan berpotensi menimbulkan inefisiensi waktu kerja, keterlambatan pelayanan, dan penurunan kualitas layanan. Kajian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode Six Sigma terhadap efisiensi waktu kerja tenaga kesehatan di IGD RSUD Salatiga. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain deskriptif komparatif before–after, melibatkan tenaga kesehatan yang bertugas di IGD sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi waktu pelayanan, kuesioner, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test untuk membandingkan efisiensi waktu kerja sebelum dan sesudah penerapan Six Sigma, serta analisis DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) guna mengidentifikasi akar masalah dan merancang perbaikan proses. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara efisiensi waktu kerja sebelum dan sesudah penerapan Six Sigma (p<0,05). Implementasi metode ini terbukti mampu menurunkan waktu pelayanan dan meningkatkan konsistensi alur kerja di IGD. Selain itu, analisis DMAIC mengungkapkan bahwa ketidakseimbangan beban kerja, alur pelayanan yang belum optimal, keterbatasan tenaga kesehatan pada jam sibuk, serta hambatan administratif merupakan faktor utama penyebab inefisiensi. Penerapan Six Sigma efektif dalam meningkatkan efisiensi waktu kerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan di IGD RSUD Salatiga
Copyrights © 2026