Pesatnya pertumbuhan jumlah investor ritel di Pasar Modal Indonesia dalam dekade terakhir telah mengubah lanskap pasar secara fundamental, menjadikannya subjek kritis untuk dianalisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peran bias psikologis dan kognitif (di bawah kerangka Behavioral Finance) dalam memengaruhi proses pengambilan keputusan investasi oleh investor ritel. Secara spesifik, studi ini menguji pengaruh dari Overconfidence, Herding Behavior, dan Disposition Effect terhadap keputusan beli, jual, dan kinerja portofolio.Penelitian kuantitatif ini menggunakan survei yang disebarkan kepada 385 investor ritel saham yang aktif bertransaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI). Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Model Regresi Berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga bias perilaku tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan investasi investor ritel. Overconfidence terbukti mendorong frekuensi perdagangan yang berlebihan, sementara Herding Behavior ditemukan kuat dalam memengaruhi keputusan beli di tengah tren pasar yang positif. Yang paling krusial, Disposition Effect ditemukan secara nyata memengaruhi waktu penjualan, menyebabkan investor cenderung menahan kerugian ("hold losers") dan segera merealisasikan keuntungan ("sell winners"), yang pada akhirnya merugikan kinerja investasi jangka panjang mereka.Temuan ini menegaskan bahwa perilaku investor ritel seringkali didorong oleh emosi dan heuristik, bukan oleh prinsip rasional. Implikasinya adalah perlunya program edukasi investor yang lebih canggih dan mendalam. Regulator dan perusahaan sekuritas disarankan untuk fokus pada peningkatan literasi keuangan perilaku guna memitigasi bias-bias ini, sehingga dapat mendorong keputusan investasi yang lebih disiplin dan rasional demi stabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan Pasar Modal Indonesia.
Copyrights © 2023