Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan informasi mengenai etnoparenting di kalangan komunitas Melayu di daerah transmigrasi Bukit Payung, Kabupaten Kampar, dengan fokus pada pengaruh multikulturalisme terhadap pola asuh. Metode kuantitatif diterapkan dengan analisis data frekuensi menggunakan SPSS untuk memahami tren dan pola pengasuhan yang diterapkan oleh orang tua di daerah tersebut. Responden terdiri dari orang tua dengan latar belakang etnis yang beragam, termasuk Melayu dan Jawa. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua mempertahankan nilai-nilai budaya Melayu, terutama dalam aspek agama dan moralitas; namun, dalam konteks multikultural, pengasuhan menjadi lebih adaptif. Pengaruh lingkungan sosial yang beragam lebih signifikan daripada pengaruh langsung orang tua dalam membentuk identitas budaya seorang anak. Faktor pendukung utama dalam pelaksanaan etnoparenting adalah kesadaran akan pentingnya nilai-nilai budaya, sementara hambatan utama adalah kurangnya informasi tentang cara melestarikan nilai-nilai ini di tengah modernitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur tentang etnoparenting di lingkungan multikultural dan memberikan panduan praktis untuk pengasuhan di daerah transmigrasi. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk menyelidiki dinamika pengasuhan dalam konteks serupa dengan lebih mendalam.
Copyrights © 2026