ABSTRAK Latar belakang: End Stage Renal Disease (ESRD) merupakan tahap akhir penyakit ginjal kronis yang membutuhkan hemodialisis sebagai terapi utama, namun prosedur ini kerap menimbulkan kelelahan. Salah satu intervensi non-farmakologis yang berpotensi mengurangi kelelahan adalah latihan peregangan otot ekstremitas bawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan peregangan otot ekstremitas bawah terhadap tingkat kelelahan pada pasien ESRD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan nonequivalent control group. Sebanyak 32 pasien ESRD dipilih secara purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol (masing-masing 16 responden). Latihan ini dilakukan selama sesi hemodialisis. Tingkat kelelahan diukur menggunakan kuesioner FACIT Fatigue Scale dengan skor 0–52, di mana skor ≤30 menunjukkan kelelahan berat dan >30 menunjukkan kelelahan ringan. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan uji independent t-test. Hasil: Rata-rata skor FACIT Fatigue Scale pada kelompok intervensi meningkat dari 25,25 menjadi 40,44 (p = 0,000), yang menunjukkan penurunan tingkat kelelahan dari kategori berat menjadi ringan. Sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perbedaan signifikan (p = 0,203). Hasil uji independent t-test menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,000). Kesimpulan: Latihan peregangan otot ekstremitas bawah efektif menurunkan tingkat kelelahan pada pasien ESRD. Intervensi ini layak diterapkan karena mudah dilakukan, tidak menggunakan biaya, dan dapat dilakukan selama sesi hemodialisis. Kata Kunci: End Stage Renal Disease, Hemodialisis, Kelelahan, Latihan Peregangan Otot Ekstremitas Bawah
Copyrights © 2025