Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penanganan Kegawatdaruratan Di Rumah: Serangan Stroke dan Pencegahan Terjadinya Stroke Epi Rustiawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.565 KB) | DOI: 10.56303/jppmi.v1i1.40

Abstract

Perawat sebagai educator care berperan dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang penyakit, perwatan serta pencegahan terjadinya stroke pada masyarakat. Adapun tujuan pengabdian adalah untuk melakukan edukasi tentang bahaya stroke dan pencegahan stroke pada masyarakat Desa Pelamunan Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang. Metode pengabdian masyarakat adalah metode ceramah, diskusi, dan bantuan media video. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2018 di Kompleks Bukit Permai Rw 03 Desa Pelamunan Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang tentang Penanganan Kegawatdaruratan Di Rumah: Serangan Stroke Dan Pencegahan Terjadinya Stroke. Untuk dapat memberikan penanganan yang cepat dan tepat pada orang yang terserang stroke, waktu adalah hal yang utama. Semakin lama penanganan stroke ditunda semakin berat kerusakan otak yang akan muncul. Karena itulah pengenalan awal gejala stroke, demi mempercepat proses rujukan dan pengantaran pasien ke rumah sakit menjadi hal yang sangat penting di dalam penanganan stroke. Salah satu cara yang mudah digunakan adalah metode FAST. Metoda FAST, yakni mengetahui adanya gejala gangguan pada otot wajah, kelemahan anggota gerak dan adanya gangguan bicara, memberikan cara pengenalan gejala awal stroke yang mudah untuk dimengerti dan diaplikasikan oleh masyarakat
Pencegahan Covid 19 dengan Menjaga Kebersihan Diri Pada Anak di Desa Cibodas, Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Lisnawati Yupartini; Tuti Sulastri; Epi Rustiawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.368 KB) | DOI: 10.56303/jppmi.v1i1.41

Abstract

Tujuan pengabdian adalah untuk melakukan edukasi tentang tentang pencegahan covid 19 melalui konsep kebersihan diri pada anak-anak dan warga Desa Cibodas Kecamatan Tanara Kabupaten Serang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Desa Cibodas Kecamatan Tanara Kabupaten Serang. Kegiatan ini berupa pemberian pemahaman secara mendasar tentang pentingnya kebersihan diri pada anak guna menangkal dan mencegah Covid 19. Penanaman kesadaran melalui pentingnya kebersihan diri merupakan suatu uapaya pembiasaan yang diharapkan terbentuk secara sadar sejak usia dini, sehingga pola kebiasaan tersebut akan menjadi suatu pola gaya hidup bersih yang akan selalu diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari, terlepas apakah terdapat suatu wabah ataupun dalam keadaan normal sekalipun. Dengan demikian dalam apabila secara konsisten dilaksanakan akan memutus proses penularan yang lebih luas pada masyarakat, khususnya masyarakat Cibodas Kecamatan Tanara Kabupaten Serang. Pelaksanaan kegiatan pengabian masyarakat ini memberi penambahan wawasan tentang pencegahan covid 19 melalui konsep kebersihan diri pada anak-anak, baik secara langsung maupun melalui orang tuanya dan memiliki emampuan mengenal anda-tanda dan pencegahan gejala covid 19, mengenali tahapan kebersihan diri, Mampu melakukan tindakan yang tepat dalam melakukan pencegahan dan pertolongan saat terjadi tanda-tanda yang mengarah ke covid 19, mampu melakukan tehnik kebersihan diri, suatu sikap saling berbuat aktif pada pencegahan covid 19 pada kehidupan masyarakat
Efektifitas Teknik Relaksasi Napas dan Imajinasi Terbimbing terhadap Penurunan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi di Ruang Bedah Epi Rustiawati; Yeni Binteriawati; Aminah Aminah
Faletehan Health Journal Vol 9 No 03 (2022): Faletehan Health Journal, November 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i03.463

Abstract

Postoperative patients experience nociceptive pain due to wound incision. The uncontrolled pain impacts on the decrease of patients’ participation in care, the patients’ dissatisfaction, and the increase of length of stay. One of efforts in reducing the pain non-pharmacologically is by breathing relaxation technique and guided imagination. The purpose of this study was to determine the effectiveness of breathing relaxation technique and guided imagination on pain reduction of postoperative patients. This study used an experimental time series design and consecutive sampling technique. The sample size was 90 people consisting of 30 respondents in the control group, 30 respondents received breathing relaxation technique and 30 respondents got guided imagination treatment. The data analysis used Fiedman test and Wilcoxon Post Hoc test. The results of Fiedman test (p value 0.0001) showed differences in pain reduction among the control group, the breathing relaxation technique group and the guided imagination group in the 1st, 2nd and 3rd days (p<0.05). Meanwhile, the Wilcoxon test results (p value 0.302) showed no significant difference in the decrease of pain intensity between the breathing relaxation technique group and the guided imagination group (p> 0.05). The combination of breathing relaxation technique, guided imagination and pharmacological techniques can be applied as an effort of providing nursing services in pain reduction among postoperative patients.
Tindakan Dukungan Mobilisasi Dini Pada Pasien Post Operasi Appendictomy dengan Gangguan Mobilitas Di Rsud Dr. Drajat Prawiranegara Tahun 2023 sulastri, tuti; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i3.23178

Abstract

Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas, mudah, teratur, dan mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehat. Kehilangan kemampuan untuk bergerak menyebabkan ketergantungan dan ini membutuhkan tindakan keperawatan (Ambarwati, 2014). Sedangkan Gangguan Mobilitas Fisik adalah keterbatasan dalam suatu gerakan fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri (Tim Pokja SDKI DPP PPNI, 2017). Faktor yang mempengaruhi proses penyembuhan luka operasi appendic adalah kurangnya atau tidak melakukan mobilisasi dini. Mobilisasi dapat menunjang proses penyembuhan luka pasien karena dengan menggerakkan anggota badan akan mencegah kekakuan otot dan sendi, sehingga dapat mengurangi nyeri dan dapat memperlancar peredaran darah kebagian yang mengalami perlukaan (Cendikia Muda, Volume 1, Nomor 4, 2021 Ananda). Rencana studi kasus ini akan dilakukan diruang Melati 1 RSUD dr.Drajat Prawiranegara Serang dengan melibatkan 2 pasien post operasi appendiktomi. Dengan menggunakan metode studi kasus. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran Asuhan Keperawatan gangguan mobilitas fisik dengan tindakan melatih mobilisasi dini pada pasien post operasi appendictomy.Kata Kunci : Mobilisasi dini, gangguan mobilitas fisik, appendectomy
PENGARUH LATIHAN INTRADIALITIK RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG DIALISIS RSUD DR. ADJIDARMO KAB. LEBAK Nurulita, Salsabila Tazkia; Dewi, Nelly Hermala; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25853

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhikualitas hidup pasien dan keinginan untuk melakukan terapi hemodialisis. Oleh karena itu, pasienhemodialisis sering mengalami komplikasi atau efek samping, yaitu perubahan kualitas tidur dangangguan muskuloskeletal yang pengobatannya bisa dilakukan dengan latihan intradialitik range ofmotion. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasieksperimen menggunakan pendekatan nonequivalent control group. Pelaksanaan intradialytic rangeof motion (ROM) exercise menggunakan standar prosedur operasional (SPO) range of motion.Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).Responden pada penelitian ini sebanyak 68 dengan menggunakan purposive sampling. Analisisstatistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney U dan Wilcoxon Signed Ranks. Hasil: Terdapatpengaruh latihan intradialitik range of motion (ROM) terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisis di ruang dialisis RSUD dr. Adjidarmo Kab. Lebak dengan nilaip value = 0.000 < = 0.05. Kesimpulan: Pemberian latihan intradialitik range of motion (ROM)memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalanihemodialisis di ruang dialisis RSUD dr. Adjidarmo Kab. Lebak pada kelompok yang diberikanintervensi.Kata Kunci: kualitas tidur, range of motion, gagal ginjal kronik, hemodialisis
HUBUNGAN TINGKAT KEPEDULIAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA PEKERJA SEKTOR INFORMAL DI RAU TRADE CENTER SERANG rustiawati, epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.17723

Abstract

Setiap pekerjaan memiliki resiko penyakit akibat kerja. Kejadian kecelakaan kerja banyak disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan pengetahuan para pekerja untuk menggunakan alat pelindung diri. Sektor pekerja informal sangat jarang diperhatikan oleh pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kepedulian pekerja sektor informal di Rau Trade Center. Tingkat kepedulian akan menggambarkan pengetahuan dan kesadaran pekerja terhadap penyakit akibat kerja. Pengetahuan dan kesadaran merupakan hal yang penting untuk berprilaku peduli terhadap kesehatan. Metode yang digunakan adalah desain kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepedulian responden terhadap kesehatan kerja cukup baik (82,8%), penyakit akibat kerja yang timbul salah satunya adalah pegal-pegal, dan kerja. Kesimpulannya adalah ada hubungan signifikan antara tingkat kepedulian pedaganag terhadap keluhan penyakit akibat. Kata kunci : kesehatan kerja, puskesmas, Pos UKK
PENGARUH PENDEKATAN PATIENT CENTERED CARE TERHADAP KELEBIHAN CAIRAN INTERDIALITIK PADA PASIEN YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI UNIT HEMODILISIS RSUD. dr. DRADJAT PRAWIRANEGARA rustiawati, epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.14358

Abstract

Pasien gagal ginjal kronik tahap akhir memerlukan tindakan hemodialisis sebagai  terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan homeostatis tubuhnya. Pada pasien yang menjalani hemodialisis beresiko terjadi kegawatdaruratan salah satunya yang diakibatkan oleh kelebihan cairan yang dapat menimbulkan komplikasi. Upaya pencegahan kegawatdaruratan pada pasien yang menjalani hemodialisis akibat peningkatan kelebihan dengan intervensi  pendekatan patient centered care dengan memberikan pelayanan melibatkan partisipasi  pasien dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi pendekatan patient centered care terhadap peningkatan kelebihan cairan berat badan interdialitik pada pasien yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RSU dr Dradjat Prawiranegara. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi eksperimen dengan jumlah sampel 21 dengan tehnik purposive sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh intervensi pendekatan patient centered care terhadap peningkatan kelebihan cairan berat badan interdialitik pada pasien yang menjalani hemodialisis di Unit Hemodialisis RSUD dr Dradjat Prawiranegara. Perlu adanya langkah peningkatan pelayanan keperawatan pada pasien yang menjalani hemodialisis dengan upaya penerapan patient centered care. Kata kunci       : patient centered care,  hemodialisis, kelebihan cairan
HUBUNGAN LAMANYA MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Senja, Auryl; Rustiawati, Epi; Dewi, Nelly Hermala
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28408

Abstract

Gagal Ginjal Kronis adalah kondisi klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible. Salah satu terapi pengganti ginjal yang banyak digunakan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Penatalaksanaan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis, dibutuhkan kepatuhan pasien salah satunya yaitu patuh terdahap diet cairan. Dampak dari ketidakpatuhan diet cairan dapat mengakibatkan sesak, oedema, serta peningkatan Interdialytic Weight Gain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr Adjidarmo. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan 1 kuesioner karakteristik demografi dan satu lembar observasi Interdialytic Weight Gain. Uji analisis data yang digunakan yaitu chi square. Hasil penelitian pada uji Chi Square hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan menunjukan nilai ρ value 0,006 < α (0.05) yang berarti ada hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan. Dengan nilai Odds Ratio yaitu 5.062 artinya lamanya menjalani hemodialisis 5.062 kali mempengaruhi tingkat kepatuhan diet cairan pasien pada pasien gagal ginjal kronis. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Kepatuhan Diet Cairan, Lamanya Menjalani Hemodialisis
TERAPI NAFAS DALAM MENINGKATKAN ISTIRAHAT TIDUR PADA PASIEN POST OPERASI SISTEM PENCERNAAN: HERNIA INGUINALIS DENGAN PENDEKATAN STUDI KASUS Rustiawati, Epi; Sapitri, Rika
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v4i2.21122

Abstract

Relaksasi nafas dalam merupakan suatu teknik merileksasikan ketegangan otot yang dapat membuat pasien merasa tenang dan bisa menghilangkan dampak psikologis pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tindakan relaksasi nafas dalam  meningkatkan kebutuhan istirahat tidur pada pasien post operasi sistem pencernaan : hernia inguinalias. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus dalam bentuk asuhan keperawatan 2 orang pasien post operasi sistem pencernaan : henia inguinalis yang mengalami masalah gangguan kebutuhan istirahat tidur dengan tindakan relaksasi nafas dalam (pengkajian, diagnosis keperawatan, intervensi, implementasi dan evaluasi). Setelah dilakukan asuhan keperawatan dalam waktu 3x24 jam, kebutuhan istirahat tidur teratasi.  Kata kunci             : relaksasi nafas dalam, istirahat tidur , post operasi hernia inguinalis.
GAMBARAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD DR DRAJAT PRAWIRANEGARA 2024 Setiawati, Suci; Dewi, Nelly Hermala; Rustiawati, Epi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.25852

Abstract

Spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta kebutuhan mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan dan diri sendiri. Pasien kritis adalah pasien dengan perburukan patofisiologi yang cepat yang dapat menyebabkan kematian dan dapat mengalami keadaan kritis yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga pasien kritis yang dirawat di ruang ICU memiliki kebutuhan spiritual yang tinggi karena dalama kondisi yang mengancam jiwa, pengukuran kebutuhan spiritual dapat diukur menggunakan kuisioner pengkajian spiritual SWBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan spiritual yang yang terjadi pada pasien kritis yang dirawat di ruang Insentive Care Unit (ICU). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel yang digunakan menggunakan pendekatan accidental sampling menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan gambaran kebutuhan spiritual yang terjadi pada pasien kritis adalah tinggi. Kesimpulan penelitian ini dalam keadaan kritis yang mengancam jiwa pada pasien kritis memiliki masalah spiritual yang baik dengan tingginya kebutuhan spiritual yang dimiliki. Kata kunci : kebutuhan spiritual, pasien kritis, Intensive Care Unit (ICU).