ABSTRAK Latar Belakang: Beban kerja yang tidak sesuai atau berlebihan dapat memengaruhi kualitas kerja perawat, terutama di ruang perawatan kritis seperti ICU, NICU, PICU, dan ICCU, di mana pasien membutuhkan pelayanan keperawatan yang intensif. Beban kerja tinggi dapat berdampak pada penerapan otonomi dan perilaku caring perawat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara beban kerja dengan otonomi dan perilaku caring perawat di ruang perawatan kritis RSUD Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah seluruh perawat di ruang perawatan kritis (N = 84), dengan sampel sebanyak 69 responden yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner NASA-TLX (beban kerja), DPBS (otonomi), dan caring berdasarkan teori Swanson. Analisis data menggunakan uji Spearman. Hasil: Mayoritas perawat memiliki beban kerja tinggi (56,5%), otonomi sedang (65,2%), dan caring positif (78,3%). Terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan otonomi (r = 0,403; p = 0,001), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara beban kerja dan perilaku caring (r = 0,198; p = 0,103). Kesimpulan: Beban kerja tinggi berhubungan signifikan dengan peningkatan otonomi perawat, tetapi tidak berhubungan signifikan dengan perilaku caring. Kata kunci: Beban kerja, Otonomi, caring
Copyrights © 2025