Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Kepatuhan Perawat dalam Pencegahan Penularan Infeksi Covid-19 Dedeh Hamdiah; Ernawati Umar
Faletehan Health Journal Vol 8 No 02 (2021): Faletehan Health Journal, July 2021
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v8i02.210

Abstract

The high number of Covid-19 deaths among health workers is caused by compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). Nurse compliance is the main key to success to prevent the transmission of Covid-19 infection. Risk factors for preventing the transmission of Covid-19 include the availability of PPE, peer support and need factor. This study aims to determine the relationship between risk factors and nurse compliance in prevention of the transmission of Covid-19 infection in Serang, Banten. The research used analytic observational with a cross sectional study design. The subjects of this study were all nurses who were actively working in Public Health Centers in Serang City. This study used total sampling and logistic regression statistical tests. The results showed that 48.3% of nurses did not comply with the use of PPE, and 55.2% of nurses stated that PPE was not available, 54% of nurses needed PPE to prevent the transmission of Covid-19 infection. There is a relationship between the availability of PPE (p=0.002), peer support (p=0.014) and need factor (p = 0.000) with the compliance of nurses to prevent transmission of Covid-19 infection. To conclude, there is a relationship between the availability of PPE and need factor with nurse compliance in prevention of the transmission of Covid-19 infection. Related parties, especially Public Health Centers and local Health Office, need to strive to fulfill the availability of adequate PPE as an aspect of the need for security and protection from the threat of transmission of Covid-19 infection.
Dampak Persepsi dan Stigma Masyarakat tentang Covid-19 Ernawati Umar; Dedeh Hamdiah
Faletehan Health Journal Vol 8 No 03 (2021): Faletehan Health Journal, November 2021
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v8i03.255

Abstract

Covid-19 outbreak in Indonesia, dated November 15, 2020, infected 474.455 people who were tested positive, 398.636 people were recovered, while 15.393 peopledied. Negative perception and stigma attacked people related to Covid-19 and causedstress and depression whichcan reduce the immune system then cause death. This study aimedto determine the community perception andstigma about Covid 19 in Banten Province in 2020. This study was analytical descriptive and useda cross-sectional study approachto examine theperceptionand stigma of community who were infected bycovid 19. Thisstudy was conducted from June toNovember 2020 in Pandeglang Regency and Serang City. Thedata collection was by distributing questionnaires. The sampleswere 750 respondents. This study found a significant relationship between communityperception and community stigma, which influencesthe performance of health workersand the stress level of Covid-19 patientswith p value 0.00 for both. Negative perceptionand stigmamayimpact on the performance of health workers and cause depression in COVID-19 patients, which results on the decrease ofimmune system. Keywords: Covid-19, Community Perception, CommunityStigma
Hubungan Antara Nyeri dan Kecemasan dengan Kualitas Tidur pada Pasien Pasca Operasi di Ruang Bedah Dedeh Hamdiah; Agung Budiyanto
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 6 No 2 (2022): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v6i2.564

Abstract

Tindakan operasi selalu berhubungan dengan insisi atau membuat sayatan pada bagian tubuh yang dapat menimbulkan trauma dan keluhan. Keluhan yang dialami oleh pasien pasca operasi salah satunya adalah nyeri dan kecemasan, yang akan mempengaruhi kualitas tidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara nyeri dan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien pasca operasi di ruang bedah. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional pada 58 pasien yang dipilih dengan teknik non probability sampling Variabel dalam penelitian ini mencakup variabel independent (Tingkat nyeri dan tingkat kecemasan) dan dependent (Kualitas tidur), yang akan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian menunjukkan ada hubungan antara nyeri dan kecemasan dengan kualitas tidur pada pasien post operasi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebagian besar post operasi mengalami nyeri sedang (37.9%), mengalami kecemasan sedang (39.7%), dan mengalami kualitas tidur buruk (67.2%). Memperoleh kualitas tidur terbaik adalah penting untuk peningkatan kesehatan yang baik dan pemulihan individu yang sakit.
Hubungan Body Disssatisfaction dengan Perilaku Diet Dedeh Hamdiah; Agung Budiyanto
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 7 No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v7i2.843

Abstract

Persepsi mengenai tubuh yang negatif yang mengarah ke body dissatisfaction dapat mengakibatkan adanya usaha-usaha obsesif terhadap kontrol berat badan pada remaja putri. Salah satu upaya yang mudah dilakukan oleh remaja putri untuk mengubah pandangan body dissatisfaction pada tubuhnya adalah dengan melakukan diet. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan body dissatisfaction dengan perilaku diet pada siswi kelas XII di SMAN 8 Kota Serang tahun 2022. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Populasi penelitian adalah siswi kelas XII SMAN 8 Kota Serang sebanyak 219 orang. Sampel penelitian sebanyak 67 responden menggunakan teknik proporsional random sampling. Hasil yang didapat bahwa terdapat sebagian besar dari responden (58,2%) memiliki perilaku diet tidak sehat dan sebagian besar dari responden (55,2%) mengalami body dissatisfaction. Kesimpulan yang didapat dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara body dissatisfaction (p value = 0,003) dengan perilaku diet pada siswi kelas XII di SMAN 8 Kota Serang. Remaja putri yang ingin melakukan diet hendaknya bukan didasari oleh keinginan mempercantik diri, tetapi dikarenakan alasan kesehatan.
Hubungan Komunikasi Interpersonal Perawat dengan Kepuasan Pasien Hamdiah, Dedeh; Budiyanto, Agung
Faletehan Health Journal Vol 11 No 01 (2024): Faletehan Health Journal, Maret 2024
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v11i01.684

Abstract

Health service centers in Indonesia were growing and developed rapidly, resulting on many choices in health services that patients can entrust in carrying out their health care. Patients’ expectation when choosing health services was the ability of health staff to respond quickly to patient complaints and to deal with them in a professional manner. The research objective was to determine the relationship between nurse interpersonal communication and patient satisfaction at Pontang Community Health Center in 2023. The correlation method with a cross-sectional approach was used in this research. Of the 150 inpatients as a population, 75 respondents were involved as the samples by Solvin formula. The data collection was done by interviews, observations, and a questionnaire. The research results showed that the majority of respondents stated that the interpersonal communication of nurses was good (62.7%) and the majority of respondents stated that patient satisfaction in the inpatient unit was not satisfied (54.7%). The statistical test results by using chi-square test obtained a p-value of 0.024 (p<α), which means that there was a relationship between nurse interpersonal communication and patient satisfaction at the inpatient unit of Pontang Community Health Center. The researchers concluded that there was a need of reinforcement in inpatient nurses, such as training on interpersonal communication and service excellence.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG MAKANAN PENDAMPING ASI PADA BAYI USIA DIATAS 6 BULAN DIPUSKESMAS SINGANDARU KOTA SERANG umar, ernawati; Hamdiah, Dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.17721

Abstract

Makanan pendamping ASI (MPASI) pada 6 bulan pertama diberikan haruslah tetap dengan konsitensi yang encer dan tetap mudah dicerna, makanan yang dibuat tetap dalam keadaan rasa yang seseungguhnya agar dengan perlahan balita mengetahui rasa asli dari makanan yang dikonsumsinya, adanya tambahan rasa yang diberikan pada makanan MPASI terkadang mempunyai reaksi yang tidak baik dan menimbulkan alergi, garam yang ditambahkan pada makanan pendamping ASI cenderung dengan reaksi yang sedikit atau jika diberikan dengan frekuensi yang tinggi dapat berakibat kerusakan pada ginjal, sedangkan jika gula diberikan pada makanan tersebut akan berdampak balita hanya ingin mengkonsumsi makanan yang manis dan dengan demikin gigi bayi akan mudah rusak hal tersebut tentu dipengaruhi oleh balita belum mampu untuk menyikat gigi setelah mengkonumsi makanan yang manis. Tujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI pada bayi usia diatas 6 bulan dipuskesmas Singandaru Kota Serang Tahun 2018. Metode  penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif, dan memecahkan masalah atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang (Notoatmodjo, 2008). Hasil penelitian yang diperoleh diketahui bahwa pada umumnya ibu memiliki pengetahuan yang cukup mengenai makanan pendamping ASI pada balita usia 6 bulan ke atas dengan persentase sebesar 52,38%, hal tersebut menunjukan bahwa ibu telah berupaya dalam mengetahui makanan pendamping ASI baik dari waktu, bahan serta jenis makanan dalam pemberian makanan pendamping ASI tersebut, namun masih perlu dilakukan upaya agar ibu dapat memiliki pengetahun yang baik tentang makanan pendamping ASI, hal tersebut tentu di latar belakangi oleh peran ibu yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga anak dapat tumbuh secara optimal salah satunya adalah dengan pemberian makanan pendamping ASI secara tepat. Pengetahuan ibu tentang makanan pendamping ASI diPuskesmas Singandaru Kota serang yang pada umumnya memiliki tingkat pengetahuan cukup dengan persentase sebesar 52,38% hal tersebut dipengaruhi oleh  pendidikan, usai serta paritas sedangkan variabel yang tidak berhungan dengan pengetahuan ibu dalam penelitian adalah dengan status pekerjaan ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN KERJA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS KASEMEN DAN KILASAH KOTA SERANG hamdiah, dedeh
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i3.14357

Abstract

Kepuasan kerja dapat dianggap sebagai cermin perasaan seseorang terhadap pekerjaannya yang dinilai dari sikap, baik positif maupun negatif terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi dalam lingkungan kerjanya. Hasil studi pendahuluan bersama 10 orang tenaga kesehatan, 7 orang diantaranya menyatakan kurang puas terhadap pekerjaan yang dilakukan. Tujuan penelitian untuk mengetahui  faktor-faktor yang berhubungan dengan kepuasan kerja tenaga kesehatan di Puskesmas Kasemen dan Kilasah Kota Serang tahun 2019, meliputi umur, lama kerja, dan kondisi lingkungan kerja. Jenis penelitian deskriptif analitik, dengan desain cross sectional (potong lintang). Populasi dan sampel penelitian adalah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kasemen dan Kilasah Kota Serang, yaitu 67 orang. Hasil analisa univariat, diketahui bahwa sebagian besar tenaga kesehatan memiliki kepuasan kerja (67.2%), berumur ≥ 30 tahun (59.7%), dengan  lama kerja ≥ 5 tahun (77.6%), dan kondisi lingkungan kerja yang baik (64.2%). Hasil analisa bivariat variabel yang berhubungan dengan kepuasan kerja tenaga kesehatan adalah kondisi lingkungan kerja (p = 0,000). Saran bagi puskesmas dapat meningkatkan kepuasan kerja tenaga kesehatan dengan memfasilitasi sarana prasarana yang lebih lengkap, dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Kata Kunci: Faktor-faktor, Kepuasan Kerja, Tenaga Kesehatan 
PENINGKATAN KEPATUHAN DALAM MELAKSANAKAN SPO MENCEGAH CEDERA PASIEN DARI JATUH MELALUI PENGAWASAN KEPALA RUANG MENURUT PERSEPSI PERAWAT PELAKSANA hamdiah, dedeh; Budiyanto, Agung
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v3i1.17747

Abstract

Kepatuhan perawat dalam melaksanakan Standar Prosedur Operasional (SPO) mencegah cedera pasien dari jatuh perlu ditingkatkan untuk meningkatkan aspek keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengawasan kepala ruang menurut persepsi perawat pelaksana dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO mencegah cedera pasien dari jatuh. Rancangan penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada141 perawat yang dipilih dengan teknik proportional sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengawasan kepala ruang dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO mencegah cedera pasien dari jatuh (p< 0,001: OR 11,529; CI 5,231-25,410). Selain pengawasan kepala ruang, faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO mencegah cedera pasien dari jatuh adalah masa kerja dan motivasi. Kepala ruang lebih meningkatkan pengawasan secara berkala, terprogram dan terus menerus agar perawat pelaksana selalu patuh dalam melaksanakan SPO mencegah cedera pasien dari jatuh.  Kata Kunci: Kepatuhan perawat, keselamatan pasien, pengawasan
PENINGKATAN KEPUASAN PASIEN TENTANG PELAYANAN MANAJEMEN TERPADU BALITA SAKIT (MTBS) MELALUI PELAYANAN PETUGAS MTBS hamdiah, dedeh; Yupartini, Lisnawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v2i2.17717

Abstract

Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) adalah suatu pendekatan yang terintegrasi atau terpadu dalam tatalaksana balita sakit dengan berfokus kepada kesehatan anak usia 0-5 tahun (balita) secara menyeluruh. Pelayanan MTBS di Puskesmas perlu ditingkatkan agar terciptanya kualitas pelayanan kesehatan yang bermutu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pelayanan petugas MTBS terhadap kepuasan pasien tentang pelayanan MTBS di Puskesmas. Pendekatan ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu balita sakit yang dapat pelayanan MTBS di Puskesmas.  Sampel diambil dengan teknik Non Probability Sampling melalui pendekatan accidental Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner. Analisis data yang akan digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat,  menunjukan bahwa rata-rata umur responden adalah 29 tahun, dengan hampir sebagian besar responden (47,1%) berpendidikan SD dan atau tidak sekolah, serta sebagian besar responden (81,6%)  tidak bekerja. Selanjutnya hampir sebagian besar responden (58,6%) menilai pelayanan oleh petugas MTBS dilakukan dengan baik dan hampir sebagian besar responden (56,3%) menyatakan puas tentang pelayanan oleh petugas MTBS. Terdapat hubungan  antara pelayanan yang dilakukan oleh petugas MTBS terhadap kepuasan pasien sangatlah penting. Semakin baik pelayanan maka akan semakin puas pasien yang mendapatkan pelayanan tersebut. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji statistik diperoleh p value = 0,000 pada 0,000< 0,05. Saran dalam penelitian ini diharapkan petugas pemberi pelayanan MTBS terus melakukan strategi dan inovasi pendekatan kepada pasien untuk pemberian pelayanan yang lebih unggul. Kata Kunci: Kepuasan pasien, pelayanan, Manajemen Terpadu Balita Sakit
EDUKASI MOBILE TENTANG PHYSICAL DISTANCING UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANARA DESA LEMPUYANG KECAMATAN TANARA KABUPATEN SERANG Hamdiah, Dedeh; Suryati, Eti; Umar, Ernawati
Jurnal Pengabdian Dinamika Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/dinamika.v8i1.12968

Abstract

Physical distancing is the act of maintaining physical distance between one person and another. This was done to prevent the spread of Covid-19. The purpose of this PPM is to provide mobile education about physical distancing to prevent the spread of Covid-19 so that people understand about physical distancing to prevent the spread of Covid-19. The method used is mobile education using four-wheeled vehicles. The results achieved were that the community understood the meaning of physical distancing, the purpose of physical distancing and how to carry out physical distancing to prevent the spread of Covid-19. Good public knowledge is the highest proportion at 89% compared to poor public knowledge, which is 11%. This activity is carried out in the work area of the Tanara Community Health Center, Lempuyang Village, Tanara District, Serang Regency.