ABSTRAK Latar belakang: Mutu pelayanan keperawatan merupakan aspek penting dalam meningkatkan tingkat kepuasan pasien, termasuk orang tua pasien anak yang dirawat di rumah sakit. Pelayanan keperawatan meliputi lima dimensi utama yaitu kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), empati (emphaty) dan bukti fisik (tangible). Kepuasan pasien mencerminkan penilaian subjektif terhadap pengalaman pelayanan dan sangat dipengaruhi oleh sejauh mana layanan mampu memenuhi atau melebihi harapan pasien. Tujuan: Menganalisis hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan tingkat kepuasan orang tua di ruang rawat inap anak Rumah Sakit Umum Provinsi Banten. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian terdiri dari 73 orang tua pasien anak, ditentukan menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi Square untuk mengetahui hubungan kedua variabel. Hasil: Sebagian besar responden menilai mutu pelayanan keperawatan tidak baik (56,2%) dan menyatakan tidak puas (53,4%). Hasil uji menunjukkan adanya hubungan signifikan antara mutu pelayanan keperawatan dan tingkat kepuasan orang tua (p=0,000) dengan nilai OR=40,5; CI: 10,3-157,7). Simpulan: Ketidakpuasan muncul akibat mutu pelayanan keperawatan yang diberikan belum mampu memenuhi harapan pasien. Hal ini menegaskan bahwa mutu pelayanan keperawatan berperan langsung dalam membentuk kepuasan pasien. Kata kunci: Mutu Pelayanan Keperawatan, Tingkat Kepuasan, Orang Tua
Copyrights © 2025