Perubahan iklim menuntut respons yang terintegrasi dan berakar pada kondisi lokal yang dapat menyeimbangkan keberlanjutan lingkungan, inklusi sosial, dan ketahanan ekonomi dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Program Kampung Iklim (ProKlim) di Provinsi Banten menyediakan konteks kritis untuk mengkaji aksi iklim berbasis komunitas di Indonesia. Studi ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk menganalisis peran perempuan sebagai aktor utama dalam ProKlim melalui tiga dimensi pembangunan berkelanjutan yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Data diinterpretasikan melalui analisis mendalam terhadap praktik komunitas, interaksi sosial, dan strategi penghidupan yang tertanam dalam inisiatif iklim lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan memainkan peran kunci dalam mendorong keberlanjutan lingkungan melalui pengelolaan limbah berbasis rumah tangga, kompos, konservasi sumber daya, berkebun di rumah, dan penanaman pohon sebagai solusi berbasis alam yang meningkatkan ketahanan ekosistem. Secara sosial, perempuan memperkuat modal sosial, mendorong partisipasi inklusif, dan menginstitusionalkan kesadaran iklim dalam hubungan komunitas sehari-hari, sehingga meningkatkan ketahanan sosial terhadap risiko iklim. Sedangkan secara ekonomi, perempuan mendorong praktik ekonomi hijau dan sirkular melalui bank sampah, usaha mikro ramah lingkungan, dan diversifikasi mata pencaharian yang meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga.
Copyrights © 2026