Jurnal Riset Komunikasi Terapan
Vol 1, No 02 (2023)

PERAN KOMUNIKASI RISIKO DALAM PERTEMANAN SESAMA JENIS UNTUK MENGHINDARI KASUS LGBTQ+ MASYARAKAT URBAN

Gilang Tobi Nur Jaelani (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2023

Abstract

 LGBTQ+ merupakan salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggantikan frasa bagi “Komunitas Gay” yang hadir sekitar tahun 1990an. Banyak yang beranggapan bahwa siapapun yang melakukan tindakan homoseksual atau hubungan seks antar jenis merupakan tindakan atau perbuatan yang dapat dianggap cabul dan menyimpang. LGBTQ+ juga merupakan penyimpangan orientasi seksual yang sangat bertolak belakang dengan fitrah manusia, agama, hingga adat istiadat yang ada dalam lingkup masyarakat Indonesia. Pada penelitian ini  menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Risiko dan Teori Interpersonal. Dengan demikian, hasil penelitiannya adalah dinamika pertemanan sangat dibutuhkan karena dengan hal tersebut akan menghadirkan rasa peduli yang jauh lebih tinggi. Adapun peran komunikasi risiko dalam pertemanan sesama jenis untuk menghindari kasus LGBTQ+ masyarakat urban adalah ada pada hal penelitian dan berhati-hati dalam berargumen serta berpendapat terhadap orang-orang yang menjadi objek penilaian. Serta berupaya dalam menjaga kepercayaan publik terhadap diri khususnya ketika terlibat dengan pihak lain dalam kehidupan. Dan peran komunikasi risiko disini juga sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan agar tidak menyebar terlalu jauh berdasarkan data yang belum valid. Hingga, salah satu hal utama untuk mencegah LGBTQ+ semakin meluas atau memprihatinkan pada angka kelahiran dan angka generasi muda adalah dengan memperbanyak informasi sebanyak mungkin dan konten yang sifatnya netral yang berisikan tentang LGBTQ+, sehingga ketika orang sudah tahu tentang LGBTQ+, maka dia akan bisa menilai dan memutuskan apakah dia akan masuk ke dalam lingkup tersebut atau tidak. Masyarakat urban juga dalam interaksinya dapat membentuk diri jauh lebih baik berdasarkan hal-hal positif yang dilakukan selama melakukan interaksi sosial. Dengan begitu, adanya interaksi sosial dalam masyarakat urban juga dapat menghasilkan sisi positif seperti peduli terhadap sesama, mau maju dan bekembang serta mau memanfaatkan modernisasi yang ada saat ini. Pada hakekatnya, semua kembali lagi kepada pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam mengetahui dan menafsirkan peran komunikasi risiko sebagai bentuk penilaian guna memutuskan segalanya. 

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jrkt

Publisher

Subject

Description

JRKT (Jurnal Riset Komunikasi Terapan) is published by Department of Communication Science, Faculty of Social and Political Science, Sultan Ageng Tirtayasa University. JRKT (Jurnal Riset Komunikasi Terapan) contains articles derived from research in the field of Communication studies as its focus ...