Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Hoax Sebagai Upaya Pencegahan Penyebaran Berita Hoax Di Desa Citeluk Bagus Dwi Cahyono; Gilang Tobi Nur Jaelani; Ala Pratama Lamwga Hermawan
MULTIPLE: Journal of Global and Multidisciplinary Vol. 2 No. 8 (2024): Agustus
Publisher : Institute of Educational, Research, and Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran berita hoaks yang semakin marak memerlukan upaya edukasi dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai cara-cara efektif dalam menanggapi informasi yang tidak benar. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang tanda-tanda berita hoaks dan langkah-langkah verifikasi informasi guna mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan. Pengabdian ini dilaksanakan dengan metode presentasi diikuti dengan sesi tanya jawab, yang dirancang untuk menyampaikan informasi secara jelas dan interaktif. Materi yang disampaikan mencakup definisi berita hoaks, ciri-ciri, dampak negatif, serta teknik verifikasi informasi. Hasil dari kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kewaspadaan dan ketelitian masyarakat Desa Citeluk dalam menanggapi dan menyebarkan informasi. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta lebih mampu mengidentifikasi berita hoaks dan lebih berhati-hati dalam memverifikasi kebenaran informasi yang diterima. Pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan strategi edukasi masyarakat dalam menghadapi tantangan informasi di era digital.
PERAN KOMUNIKASI RISIKO DALAM PERTEMANAN SESAMA JENIS UNTUK MENGHINDARI KASUS LGBTQ+ MASYARAKAT URBAN Gilang Tobi Nur Jaelani
Jurnal Riset Komunikasi Terapan Vol 1, No 02 (2023)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jkrt.v1i02.23609

Abstract

 LGBTQ+ merupakan salah satu istilah yang sering digunakan untuk menggantikan frasa bagi “Komunitas Gay” yang hadir sekitar tahun 1990an. Banyak yang beranggapan bahwa siapapun yang melakukan tindakan homoseksual atau hubungan seks antar jenis merupakan tindakan atau perbuatan yang dapat dianggap cabul dan menyimpang. LGBTQ+ juga merupakan penyimpangan orientasi seksual yang sangat bertolak belakang dengan fitrah manusia, agama, hingga adat istiadat yang ada dalam lingkup masyarakat Indonesia. Pada penelitian ini  menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Komunikasi Risiko dan Teori Interpersonal. Dengan demikian, hasil penelitiannya adalah dinamika pertemanan sangat dibutuhkan karena dengan hal tersebut akan menghadirkan rasa peduli yang jauh lebih tinggi. Adapun peran komunikasi risiko dalam pertemanan sesama jenis untuk menghindari kasus LGBTQ+ masyarakat urban adalah ada pada hal penelitian dan berhati-hati dalam berargumen serta berpendapat terhadap orang-orang yang menjadi objek penilaian. Serta berupaya dalam menjaga kepercayaan publik terhadap diri khususnya ketika terlibat dengan pihak lain dalam kehidupan. Dan peran komunikasi risiko disini juga sebagai langkah untuk mengatasi permasalahan agar tidak menyebar terlalu jauh berdasarkan data yang belum valid. Hingga, salah satu hal utama untuk mencegah LGBTQ+ semakin meluas atau memprihatinkan pada angka kelahiran dan angka generasi muda adalah dengan memperbanyak informasi sebanyak mungkin dan konten yang sifatnya netral yang berisikan tentang LGBTQ+, sehingga ketika orang sudah tahu tentang LGBTQ+, maka dia akan bisa menilai dan memutuskan apakah dia akan masuk ke dalam lingkup tersebut atau tidak. Masyarakat urban juga dalam interaksinya dapat membentuk diri jauh lebih baik berdasarkan hal-hal positif yang dilakukan selama melakukan interaksi sosial. Dengan begitu, adanya interaksi sosial dalam masyarakat urban juga dapat menghasilkan sisi positif seperti peduli terhadap sesama, mau maju dan bekembang serta mau memanfaatkan modernisasi yang ada saat ini. Pada hakekatnya, semua kembali lagi kepada pengetahuan dan kemampuan seseorang dalam mengetahui dan menafsirkan peran komunikasi risiko sebagai bentuk penilaian guna memutuskan segalanya.