Kemunculan festival musik etnik dalam konteks budaya kontemporer menghadirkan tantangan dalam desain komunikasi visual, terutama dalam mentransformasikan simbol budaya tradisional menjadi identitas visual yang inklusif dan mudah diakses. Gamelan yang secara historis terkait dengan tradisi aristokrat memerlukan strategi reposisi visual agar relevan di ruang publik yang lebih luas. Penelitian ini menganalisis transformasi tokoh Punakawan menjadi maskot Gamelan Ethnic Music Festival (GEMFEST) 2025 sebagai strategi representasi budaya. Dengan pendekatan kualitatif practice-based, penelitian ini menggunakan analisis dokumentasi visual, wawancara dengan tim kreatif, serta data keterlibatan audiens dari Instagram resmi sebagai indikator penerimaan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deformasi visual, penambahan atribut kontemporer, dan penerapan prinsip desain karakter menghasilkan identitas maskot yang berakar pada tradisi namun tetap relevan secara modern. Transformasi ini mencerminkan proses rekontekstualisasi budaya menuju posisi yang lebih inklusif dan populer, serta terbukti efektif meningkatkan interaksi audiens sebagai strategi komunikasi visual.
Copyrights © 2026