Keterampilan komunikasi merupakan salah satu kompetensi penting abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih cenderung berpusat pada guru sehingga kesempatan peserta didik untuk berinteraksi, berdiskusi, dan menyampaikan gagasan secara aktif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen pembelajaran kolaboratif serta mengkaji kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan komunikasi peserta didik sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus komparatif yang dilaksanakan pada tahun 2025 di dua sekolah dasar, yaitu SDN Pusakasari dan SDN Budibakti. Subjek penelitian terdiri dari dua guru kelas V dan 41 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan fungsi manajemen pembelajaran yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan kepemimpinan, dan pengawasan mampu meningkatkan keterampilan komunikasi peserta didik yang meliputi kemampuan menyampaikan ide, mendengarkan aktif, bertanya, menanggapi, mengekspresikan gagasan, serta bekerja sama dalam kelompok. Peningkatan keterampilan komunikasi terlihat lebih signifikan pada sekolah yang menerapkan manajemen pembelajaran kolaboratif secara lebih sistematis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen pembelajaran kolaboratif merupakan strategi yang efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang partisipatif dan mendukung pengembangan keterampilan komunikasi peserta didik. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi teoretis bagi kajian manajemen pembelajaran serta implikasi praktis bagi guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif yang lebih efektif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026