Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tingkat turnover karyawan yang dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik, khususnya pada Satuan Pelayanan Penyediaan Gizi (SPPG) Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kompensasi, beban kerja, dan pengembangan karir terhadap turnover karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan SPPG, dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan, kompensasi, dan pengembangan karir berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover karyawan, sedangkan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan, sistem kompensasi yang adil, serta pengembangan karir yang jelas mampu menekan tingkat turnover, sementara beban kerja yang tinggi justru meningkatkan kecenderungan karyawan untuk keluar dari organisasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan sumber daya manusia yang efektif melalui keseimbangan antara tuntutan kerja dan kesejahteraan karyawan menjadi kunci utama dalam menurunkan turnover karyawan pada instansi pelayanan publik.
Copyrights © 2026