Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Barat, dengan rata-rata kejadian yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Analisis spasial diperlukan untuk memahami pola penyebaran DBD, mengingat adanya kemungkinan pengaruh antar wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor sosio-demografi, faktor perilaku, serta efek spasial kedekatan geografis antar wilayah terhadap kejadian DBD di Provinsi Jawa Barat tahun 2023. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan unit analisis 27 kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 dan Jawa Barat dalam Angka 2024. Analisis dilakukan dengan regresi logistik spasial menggunakan matriks Queen Contiguity. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk dan kedekatan geografis antar wilayah berpengaruh signifikan terhadap kejadian DBD (Nilai P<0,05), sedangkan jumlah rumah sakit umum dan indeks pembangunan literasi masyarakat tidak signifikan. Model dengan efek spasial memiliki nilai AIC lebih rendah dibandingkan model tanpa spasial, yang mengindikasikan bahwa pertimbangan aspek spasial meningkatkan kualitas pemodelan kejadian DBD. Penelitian ini menekankan pentingnya faktor spasial dalam pemodelan epidemiologi DBD. Hasilnya dapat menjadi dasar perencanaan intervensi lintas-wilayah yang lebih terintegrasi dalam upaya pengendalian DBD di Indonesia.
Copyrights © 2026