Latar belakang: Prevalensi keterlambatan motorik halus pada balita merupakan masalah yang signifikan di berbagai wilayah. Salah satu upaya untuk menghindari keterlambatan perkembangan pada balita dibutuhkan peran aktif ibu balita dalam memberikan stimulasi. Stimulasi dengan terapi plastisin merupakan salah satu bentuk stimulasi sensorik motorik efektif dalam merangsang otot-otot halus tangan dan jari anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak balita. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh terapi plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak balita. Metode: Desain penelitian ini menggunakan literature review, database Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan memasukkan kata kunci terapi plastisin, motorik halus, dan balita. Kriteria inklusi artikel yaitu teks lengkap, artikel Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, hasilnya tentang pengaruh plastisin terhadap perkembangan motorik halus anak balita, dan publikasi artikel tahun 2019-2024.Instrumen critical appraisal yang digunakan JBI Critical Appraisal Checklist for Quasi-Experimental Studies dari Joanna Briggs Institute dan studi observasional dievaluasi menggunakan CASP Checklist for Observational Studies. Hasil: Hasil literature review terdapat 5 artikel sesuai dengan kriteria. Berdasarkan 5 artikel yang dianalisis menunjukkan bahwa adanya peningkatan signifikan kemampuan motorik halus balita setelah diberikan terapi plastisin secara rutin. Aktivitas dalam terapi ini, seperti meremas dan membentuk plastisin, terbukti dapat meningkatkan koordinasi mata dan tangan serta kekuatan otot jari anak. Simpulan: Terapi plastisin merupakan salah satu intervensi efektif untuk meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak balita. Terapi plastisin dapat dilakukan dalam terapi bermain pada balita untuk stimulasi perkembangan motorik halus.
Copyrights © 2025