Aktivitas penggantian bak mobil di area pertambangan memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan alat angkat mekanis dan interaksi langsung pekerja dengan forklift. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya serta menelusuri penyebab utama risiko kecelakaan pada proses pengangkatan bak mobil di PT Transkon Jaya. Metode yang digunakan adalah Job Safety Analysis (JSA) untuk memetakan bahaya pada setiap langkah kerja, dilanjutkan dengan Fault Tree Analysis (FTA) guna mengetahui akar penyebab dari risiko prioritas. Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 14 langkah kerja yang diamati, tahap pengangkatan bak menggunakan forklift memiliki tingkat risiko paling tinggi dengan nilai Risk Rating 15. FTA mengungkap bahwa kejadian puncak tertabrak forklift dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu ruang manuver yang terbatas, ketidakstabilan beban angkat, serta posisi pekerja yang terlalu dekat dengan area operasi forklift. Akar penyebab dari ketiga faktor tersebut terkait dengan lemahnya housekeeping, pengendalian komunikasi, serta kurang optimalnya inspeksi dan kelayakan forklift sebelum digunakan. Berdasarkan temuan tersebut, pengendalian risiko direkomendasikan melalui penataan ulang area kerja, penerapan zona aman, penugasan spotter, serta peningkatan inspeksi dan verifikasi alat angkat secara berkala. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan prosedur keselamatan yang lebih disiplin untuk mencegah kecelakaan pada pekerjaan yang melibatkan forklift di lingkungan bengkel pertambangan.
Copyrights © 2026