Pemanfaatan tumbuhan berkhasiat obat merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang perlu dilestarikan. Upaya ini dilakukan melalui penyusunan media edukasi berupa buku yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Cinyasag. Metode pelaksanaan bersifat deskriptif-kualitatif dengan pendekatan partisipatif, meliputi eksplorasi potensi lokal, wawancara dengan Ibu PKK, penyusunan buku, serta sosialisasi dan praktik pemanfaatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat merespon dengan antusias terhadap sosialisasi buku dan praktik pengolahan tanaman obat, salah satunya pembuatan teh dan bolu bunga telang. Distribusi buku ke posyandu, aparat desa, dan bidan desa menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan edukasi. Kegiatan ini terbukti mampu mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan berbasis kearifan lokal, serta memperkuat upaya pelestarian tanaman obat di lingkungan desa.
Copyrights © 2025