Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan limbah anorganik, khususnya plastik sekali pakai, sebagai bahan dasar dalam pembuatan ecobrick di Desa Rawang Lama, Kabupaten Asahan. Limbah anorganik merupakan permasalahan yang cukup serius karena materialnya yang sulit terurai secara alami dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Karenanya, ecobrick dipandang sebagai inovasi kreatif dalam mengolah sampah plastik menjadi produk fungsional, seperti furnitur sederhana, dekorasi, hingga material bangunan alternatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi limbah anorganik di masyarakat masih cukup memprihatinkan, terutama di area selokan dan tepi jalan yang sering menjadi lokasi penumpukan sampah. Adapun dalam proses pembuatan ecobrick dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengendalian. Implementasi program ini terbukti mampu mengurangi volume sampah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku pro-lingkungan. Selain berfungsi sebagai solusi teknis pengelolaan sampah, ecobrick juga berperan sebagai sarana edukatif yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan demikian, ecobrick dapat dikatakan sebagai bentuk inovasi berkelanjutan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah anorganik, tetapi juga memperkuat budaya kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Copyrights © 2025