Permasalahan pencemaran lingkungan yang memengaruhi budidaya ikan di Desa Tapian Nauli I, khususnya pada Kelompok Pembudidaya Ikan ABADI yang mengalami kendala dalam penerapan teknologi ramah lingkungan. Tujuan utama kegiatan adalah menerapkan produk fitobiotik berbahan dasar tumbuhan alami sebagai suplemen untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ikan kerapu, mendukung budidaya yang berkelanjutan, serta mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya. Metode pelaksanaan terdiri dari ceramah dan diskusi menggunakan alat bantu visual, diikuti dengan praktik pembuatan pakan yang langsung dilakukan peserta. Pemeliharaan ikan dilakukan di keramba jaring apung berukuran 3x3x3 meter dengan padat tebar 200 ekor per meter kubik. Ikan yang dipelihara adalah kerapu berukuran 10-12 cm dengan waktu pemeliharaan selama dua bulan, pemberian pakan sebanyak 10% dari berat biomassa per hari yang dicampur produk fitobiotik. Setelah enam minggu dilakukan upgrading untuk memisahkan ikan berdasarkan ukuran guna mengamati pertumbuhan. Hasil kegiatan menunjukkan pertumbuhan ikan kerapu yang signifikan dengan berat rata-rata 110-130 gram per ekor dan panjang 20-25 cm setelah dua bulan, serta tingkat mortalitas sekitar 8%. Jumlah peserta terbagi dalam kelompok POKDAKAN ABADI yang turut melakukan praktik langsung. Program ini meningkatkan hasil produksi sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi anggota kelompok dan masyarakat desa melalui peningkatan pendapatan budidaya ikan kerapu. Kesimpulannya, penerapan produk fitobiotik sebagai suplemen fitosaniter pada budidaya ikan memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan ikan kerapu secara ramah lingkungan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pengembangan perikanan lokal yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025