Artikel ini memaparkan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan secara mandiri oleh seorang akademisi Kristen melalui pendampingan strategis kepada Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, dalam upaya percepatan pembangunan infrastruktur. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga bulan, dengan pendekatan non-formal namun sistematis. Fokus utama kegiatan adalah fasilitasi hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui pertemuan antara Bupati Mamuju dan pejabat struktural di kementerian. Selain itu, penulis turut memberikan pengarahan strategis kepada sejumlah kepala dinas teknis di tingkat kabupaten serta melakukan observasi langsung terhadap kondisi infrastruktur di Kecamatan Kalumpang. Tidak terdapat aktivitas pelatihan atau sosialisasi massal dalam kegiatan ini, melainkan penekanan pada komunikasi strategis, pembacaan situasi kelembagaan, dan refleksi etis. Nilai-nilai teologi Kristen seperti integritas, pelayanan, dan keadilan sosial menjadi landasan dalam proses pendampingan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peran akademisi, meskipun dijalankan secara individual, tetap memiliki kontribusi signifikan dalam mendorong kolaborasi antarlembaga dan menyuarakan etika pelayanan publik. Temuan ini membuka ruang bagi keterlibatan praktisi teologi dalam pembangunan yang partisipatif dan bermartabat
Copyrights © 2025