Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan tema “Smart Village dan Kearifan Lokal” di Desa Harapan dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat literasi digital masyarakat serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi informasi dalam tata kelola desa. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah keterbatasan akses dan kemampuan masyarakat dalam mengelola informasi publik secara digital, sehingga diperlukan strategi pemberdayaan yang melibatkan masyarakat secara aktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan ABCD (Asset Based Community Development) yang berfokus pada penggalian potensi dan aset lokal sebagai dasar pengembangan desa digital. Metode pelaksanaan dilakukan melalui observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan intensif terhadap perangkat desa, pemuda, serta masyarakat umum selama empat minggu kegiatan. Pendekatan partisipatif ini menghasilkan tiga bentuk keluaran utama: (1) optimalisasi website desa sebagai media informasi publik yang transparan dan mudah diakses; (2) pembuatan infografis layanan publik untuk mempermudah warga memahami prosedur administrasi dan program desa; serta (3) produksi tiga video edukasi digital bertema anti-bullying, literasi digital, dan etika bermedia sosial. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam penggunaan teknologi digital, peningkatan kemampuan perangkat desa dalam pengelolaan informasi daring, serta terbentuknya ekosistem komunikasi digital yang berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi digital di pedesaan dapat berjalan efektif apabila dikembangkan melalui potensi lokal, kolaborasi lintas generasi, dan pendampingan berkelanjutan.
Copyrights © 2025