Masa muda merupakan fase krusial dalam pembentukan identitas yang melibatkan eksplorasi peran, kebutuhan akan pengakuan sosial, serta keterikatan budaya. Studi fenomenologis pada remaja menunjukkan bahwa keterlibatan dalam kelompok sebaya, sering dimaknai sebagai ruang pencarian eksistensi ketika saluran formal belum sepenuhnya mampu memfasilitasi aktualisasi diri. Perkembangan media baru semakin memperkaya sekaligus mempersulit proses tersebut melalui pembelajaran informal, konstruksi identitas digital, serta tekanan sosial. Dalam konteks Indonesia, Kuliah Kerja Nyata (KKN) berpotensi menjadi wahana strategis untuk menjawab tantangan ini melalui pendekatan pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia mahasiswa. KKN melibatkan mahasiswa KKN dan pemuda sebagai partisipan melalui partisipasi lapangan, wawancara mendalam dan observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa KKN berbasis partisipatif mampu meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam keterampilan fasilitasi, komunikasi lintas budaya, dan intervensi psikososial, sekaligus memperkuat rasa percaya diri, partisipasi sosial, serta kesadaran pemberdayaan pemuda. Temuan ini menegaskan bahwa KKN berorientasi perkembangan berpotensi menjadi model pemberdayaan mahasiswa dan pemuda yang berkelanjutan. Tulisan ini bertujuan menginvestigasi bagaimana mahasiswa KKN mengintegrasikan pendekatan kultural-sensitif, etika partisipatif, dan literasi media dalam upaya pemberdayaan remaja serta penguatan mental berbasis komunitas.
Copyrights © 2025