Penanganan pascapanen masih menjadi tantangan utama bagi petani kopi di Desa Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, terutama karena penggunaan metode penjemuran tradisional dan tidak adanya pengelolaan limbah kulit kopi yang menurunkan mutu hasil serta menimbulkan dampak lingkungan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pascapanen dan pemanfaatan limbah melalui penerapan teknologi pengeringan berbasis tenaga surya serta pelatihan pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan dan wawancara dengan aparat desa, karang taruna, dan anggota kelompok tani untuk menggali kebutuhan, kondisi lapangan, serta respon masyarakat terhadap teknologi yang diperkenalkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan solar dryer mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan dan menghasilkan biji kopi yang lebih bersih dan seragam, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap cuaca. Pelatihan pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi pupuk organik memberikan manfaat lingkungan dan peluang nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat. Kegiatan ini melibatkan dua kelompok masyarakat dengan total 40 peserta, masing-masing menunjukkan peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam pengoperasian alat serta pengolahan limbah. Kesimpulannya, penerapan teknologi pengeringan dan pemanfaatan limbah secara terpadu memberikan kontribusi baru dalam peningkatan kualitas pascapanen sekaligus memperkuat keterlibatan dan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sumber daya pertanian lokal.
Copyrights © 2025