Produksi daging ayam ras pedaging di Kabupaten Lampung Utara tergolong tinggi, namun belum diimbangi dengan pengolahan pascapanen yang optimal sehingga nilai tambah produk masih rendah dan fluktuasi harga sering terjadi. Kondisi ini menyebabkan potensi ekonomi komoditas ayam belum termanfaatkan secara maksimal di tingkat lokal. Diversifikasi produk olahan seperti nugget ayam menjadi alternatif strategis untuk meningkatkan nilai tambah, memperluas peluang usaha, serta memperkuat ketahanan pangan lokal. Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Lampung Utara memiliki potensi dalam pengembangan usaha berbasis pangan, namun masih memerlukan peningkatan keterampilan teknis dan manajerial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi organisasi serta memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal berbasis olahan nugget ayam. Metode kegiatan meliputi praktik langsung pembuatan nugget ayam, pelatihan teknik pengemasan, serta perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai dasar penetapan harga jual. Peserta kegiatan berjumlah 10 orang anggota PDNA Kabupaten Lampung Utara. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam memproduksi nugget ayam yang higienis dan bernilai tambah. Peserta mampu menerapkan teknik pengolahan yang tepat serta menghasilkan produk dengan kualitas lebih baik. Kemampuan pengemasan produk meningkat menjadi lebih menarik dan aman. Pemahaman dalam menghitung HPP juga meningkat sehingga harga jual lebih rasional. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan tidak hanya meningkatkan motivasi kewirausahaan dan mendorong pembentukan unit usaha kolektif, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas anggota serta memperkuat kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026