Pengelolaan sampah pasar adalah persoalan teknis sekaligus sosial-politik yang kronis di banyak kota-kota menengah di Indonesia. Pelaksanaan Kegiatan Toilet Sampah Oleh PT. Bumi Bersih Berenergi (B3) menunjukkan hasil yang signifikan (komposisi limbah pasar didominasi organik 80–90%, potensi pengurangan aliran sampah hingga 5%) yang secara konseptual masuk akal, tetapi belum didukung data kuantitatif lokal yang memadai untuk perencanaan teknis dan ekonomi di tingkat Kecamatan Sidoarjo. Namun setiap manfaat ini tergantung pada desain teknis yang tepat, kepatuhan pedagang, dan mekanisme pembagian manfaat yang adil, jika tidak ada intervensi bisa berbalik menjadi beban finansial dan sumber konflik. Temuan pada Laporan Pelaksanaan Program menyatakan bahwa sekitar 80–90% limbah pasar adalah fraksi organik (sisa sayur, buah, ikan, sisa makanan). Solusi yang diidentifikasi di Laporan Pelaksanaan Program dengan didukung analisis data dilaksanakan pemetaan pemangku kepentingan, pembagian manfaat (bagi hasil), operasional yang transparan dengan audit publik, dan mekanisme kompensasi/transisi untuk masyarakat yang pendapatannya terdampak. Implementasi tanpa strategi politik-ekonomi ini hampir pasti gagal. Hasil operasional dengan bilai reduksi aliran sampah 5%, penghematan biaya 5% divalidasi dengan data operasional. Dengan baseline yang digunakan dalam acuan adalah : kg/hari, kadar air, tingkat kontaminasi plastik, pola produksi harian, data tersebut harus dianalisis lebih lanjut sehingga tidak terjadi desain secara berlebihan (over-investment) atau kegagalan operasional.
Copyrights © 2025