Lingkungan pesantren sebagai tempat pendidikan sekaligus tempat tinggal bagi santri dapat memunculkan tekanan psikologis yang memicu stres, terutama dalam hal adaptasi, beban belajar, dan tekanan sosial. Berdasarkan observasi awal, beberapa santri mengalami gejala stres seperti mudah marah, menarik diri, dan kesulitan tidur. Sosialisasi manajemen stres ini dilakukan untuk memberikan pemahaman serta keterampilan dasar dalam mengelola tekanan mental secara positif. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan interaktif seperti pemaparan materi dan diskusi kelompok. Kegiatan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Muttaqien dengan peserta sebanyak 35 santri putra dan putri. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental serta kemampuan mengenali dan mengelola stres. Diharapkan program ini dapat mendorong terbentuknya lingkungan pesantren yang lebih sehat secara psikologis.
Copyrights © 2025