Penelitian ini menganalisis strategi respons darurat penanggulangan tumpahan minyak di daerah operasi PT XYZ, dengan fokus pada aspek keselamatan lepas pantai. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, kajian dokumen, dan wawancara selama praktik kerja industri di Daerah Operasi Bagian Selatan (DOBS) PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT XYZ telah menerapkan strategi penanggulangan tumpahan minyakyang komprehensif berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. 58/2013 dan standar internasional dari IPIECA dan IMO. Sistem respons diklasifikasikan menjadi tiga tingkatan: Tier 1 (respons lokal), Tier 2 (respons regional), dan Tier 3 (respons nasional/internasional). Strategi mekanikal menggunakan oil boom dan skimmer merupakan pendekatan utama untuk area lepas pantai, sedangkan area pesisir menggunakan strategi perlindungan garis pantai dan pembersihan. Analisis mengungkapkan kesenjangan ketersediaan peralatan, khususnya solid flotation boom (tersedia 400m vs rekomendasi 1.400m) dan emergency boom untuk Penajam Supply Base. Lima jenis kegagalan boom teridentifikasi: entrainment, drainage, splashover, submergence, dan planning failure. Persyaratan kompetensi personil mengikuti standar sertifikasi IMO Level 1-3. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman implementasi respons darurat tumpahan minyak yang efektif dalam operasi migas lepas pantai.
Copyrights © 2026