Ketidaksiapan alat angkat dan angkut dalam operasi pelabuhan dapat menyebabkan inefisiensi operasional dan risiko kecelakaan kerja. Pengamatan ini bertujuan mengevaluasi tingkat kesiapan peralatan bongkar muat di Terminal Multipurpose PT Pelindo Multi Terminal Balikpapan untuk menunjang keselamatan dan kelancaran operasional. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif melalui observasi lapangan, pemeriksaan dokumen legalitas, dan wawancara terhadap unit mobile crane, forklift, dan tronton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas peralatan dalam kondisi fisik siap operasi, meskipun terdapat catatan kondisi cukup pada struktur atas satu unit crane. Secara administratif, seluruh unit memiliki Sertifikat Laik Operasi yang valid dan operator memiliki lisensi kompetensi yang aktif. Namun, ditemukan ketidakkonsistenan pada dokumentasi log inspeksi harian manual. Disimpulkan bahwa kesiapan alat secara umum memadai dalam aspek teknis dan legalitas, namun diperlukan optimalisasi sistem pencatatan digital untuk menjamin akurasi pemeliharaan.
Copyrights © 2026